|
Thursday, February 24, 2005
Life is not fair
Waktu berjalan lambat, atau cepat ya ? Aku ngga yakin. Berasa lambat, karena seolah-olah ada yang sedang kita tunggu, ada yang dikejar, sehingga kita inginnya bergegas. Sebaliknya, berasa cepat jika tak ada yang berkesan dari momen dan waktu yang telah lewat sehingga dibiarkan saja segalanya lewat, menggilas usia kita. Gamang, jadinya. Kadang aku merasakannya cepat, kadang lambat. Kadang sangat cepat, kadang sangat lambat. Cepat bagiku, belum tentu bagi orang lain, dan sebaliknya. Apa ini juga termasuk yang dibicarakan Einstein dalam teori relativitasnya? Aku baru saja selesai membaca sebuah buku yang cukup membuatku terhenyak. Judulnya Menembus tirai asap: kesaksian para tapol 1965. Itu membuatku bertanya-tanya, apa artinya waktu bagi mereka yang mengendap di balik terali. Sepuluh tahun, tiga belas tahun, mungkin, atau lima belas tahun? apa bedanya? apa rasanya? Ironisnya, banyak diantara mereka yang diseret ke dalam bui, tak mengerti sama sekali apa itu PKI. Bukan hanya tak ada sangakut pautnya saja, hanya sekadar salah nama atau salah tempat, bisa jadi persoalan besar yang mengubah hidup seseorang. Sebuah kesalahan besar sejarah. Lantas, mungkinkah holocaust adalah juga sebuah kesalahan sejarah? Pernahkah kamu membayangkan jika kamu hidup di tahun 1965? Mungkin kamu adalah salah seorang mahasiswa pintar yang punya kepedulian sosial tinggi, tapi nasib membawamu terseret ke penjara. Entah karena ada teman mengkhianatimu, atau ada orang bodoh yang iri padamu. Bagaimana jika kamu hidup di masa itu? Tanpa alasan tiba-tiba kamu akan diculik dan dibawa ke wirogunan, atau dibawa ke Pulau Buru, nun jauh disana, atau di pulau Onrust. Atau mungkin salah satu yang ditembak mati dan dibuang ke Wonosobo. Atau menjadi gila? Dari situ, mari kita bicara takdir? Kenapa harus ada segolongan kaum yang harus memikul keniscayaan sejarah yang demikian getir? Kenapa juga ada yang terlahir dari keturunan orang yang duitnya tidak akan habis tujuh turunan? Ada yang bisa menjawab? Boleh dibilang sirik, sebab aku termasuk mereka yang merasa tidak pernah diuntungkan oleh sejarah. Dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja, dibesarkan di lingkungan masyarakat yang sedemikian sakit, uncivilzed. Kenapa sih kita dipilih untuk seperti ini. Dalam hal waktu dan tempat itu sama sekali bukan kehendak manusia. Dimana letak free will? Kalau Tuhan tidak membuat seorang tiran lahir ke dunia ini, apakah itu akan merubah sejarah? Dan kalau aku tidak hidup di zaman ini, apakah aku bisa menemukan peradaban yang lebih beradab dari sekarang? I dunno. Mungkin aku seorang Maria Magdalena, atau Cleopatra, atau budak di roman Isaura atau zaman tuan baron. Atau kenapa aku tidak dipilih sebagai eve, sehingga aku tak perlu melihat manusia-manusia lain selain Adam. je sais pas !!!
6:41 PM
Monday, January 24, 2005
Enaknya, Pesta Dimana?
Untuk merayakan momen yang spesial, tentunya Anda menginginkan tempat penyelenggaraan pesta yang istimewa. Rumah-rumah pesta ini menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik untuk pesta Anda.
Jika ditanya, ingin pesta nikahnya seperti apa? Jawaban tiap orang pastilah beragam, mungkin ada yang ingin pesta adat dengan pernak-pernik etnis, pesta pengantin modern, ataupun pesta kebun yang menyenangkan. Tentu saja semua orang bebas punya keinginan yang bermacam-macam. Kesamaannya adalah setiap orang ingin pestanya menjadi acara yang berkesan dan tak terlupakan, baik oleh dirinya maupun para tamunya. Hal ini juga berlaku untuk pesta selain pernikahan, seperti ulang tahun, syukuran, pesta koktail ataupun perayaan momen lainnya. Amboi...alangkah bahagianya bisa mewujudkan pesta-pesta itu sesuai impian. Untuk itu persiapan pesta tak hanya dekorasinya saja yang harus dipikirkan, tapi juga lokasi pesta, hal ini amat menentukan suasana pesta yang Anda inginkan.
Dari arsitektur tropis, modern hingga kolonialis Setelah Anda menentukan tema pesta Anda, langkah selanjutnya adalah survey lokasi pesta. Jamaknya orang mengadakan pesta di balai pertemuan atau ballroom hotel yang memang bisa menampung jumlah tamu yang banyak. Kini pilihan tempat pesta juga lebih variatif dengan keberadaan rumah-rumah pesta yang bisa disewa untuk umum. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Kalau di balai pertemuan, kapasitasnya memang besar, bisa untuk tamu yang jumlahnya ribuan, tapi kekurangannya pada suasana yang kurang terbangun karena biasanya bangunan arsitekturnya kaku dan kurangnya sentuhan estetis. Sedangkan rumah-rumah pesta hadir dengan menawarkan gaya arsitektur khas, seperti corak modern kontemporer, etnis ataupun tropis, Anda pun bisa mewujudkan pesta seperti impian Anda, tapi kapasitasnya tidak bisa menampung ribuan orang. Di rumah Kemang Timoer Toedjoe misalnya, rumah itu kental dengan gaya tropis yang eksotis. Sesuai dengan namanya, rumah yang berlokasi di Kemang Timur ini sejak tahun 2003 disewakan untuk keperluan pesta, baik itu ulang tahun, pesta koktail, ataupun resepsi pernikahan. Rumah dengan kapasitas 300 orang ini memiliki beberapa ruangan yang tidak disekat satu sama lain, mata pun bebas menelusuri dan menikmati seluruh ruangan lapang yang menyatu dengan alam. Masing-masing ruang mencuatkan suasana yang berbeda. Di ruang yang diberi nama Avelokitesvara, warna putih mendominasi tempat ini, mulai dari cat dinding, atap, sofa, maupun meja berwarna putih. Ruangan ini memberi kesan ketenangan dan kedamaian serta suasana relaksasi. Sebagai ruang utama yakni ruang mahameru, ruangan ini terletak di tengah dan merupakan centre point dari bangunan. Ruang ini terbuka menghadap ke pendopo yang terletak ditengah kolam yang di sekelilingnya dikitari pohon-pohon besar menghijau. Anda seperti digiring ke pedalaman desa yang asri jauh dari hiruk pikuk kota. Bagi yang mengidamkan pesta dengan sentuhan etnik, rumah Al's Joglo bisa menjadi pilihan. Rumah hunian dengan bangunan khas Jawa ini semula tak diniatkan untuk disewakan. Menurut Nita Al Hanafiah, pemilik Al's Joglo, itu karena banyak teman-temannya menyukai interior rumah Nita yang penuh dengan perabotan vintage seperti meja-kursi, almari, cermin dan peti-peti tua. Kesan etnis ini terlihat dari pintu utama Al’s Joglo yang menggunakan materi kayu dengan pernak-pernik ukiran khas Jawa. Di dalam ruang tamu terdapat 4 tiang penyangga dan atap kayu seperti gaya joglo. Rumah ini sebenarnya tak terlalu besar, kapasitasnya hanya untuk 150 orang. "Kalau tamunya mencapai 300 orang juga bisa, ada ruangan dalam yang sebenarnya masuk teritori milik penghuni, boleh dipakai untuk tamu juga," papar Nita. Tidak hanya perusahaan saja yang pernah menggunakan Al's Joglo untuk acaranya, tapi juga individu yang ingin menyelenggarakan resepsi pernikahan. Menurut Nita, sekarang ini mulai tren lagi pesta resepsi kecil-kecilan yang hanya mengundang sekitar 300-an orang, bukan ribuan. "Yang diundang cukup keluarga dan sahabat-sahabat dekat saja, dengan begitu pengantin bisa ikut bercengkrama dengan para tamu, bahkan ada pengantin yang tampil menyanyi di pestanya sendiri," kata Nita. Rumah ini juga dilengkapi dengan paviliun berisi ruang keluarga dan kamar untuk tempat istirahat kedua mempelai atau keluarga. "Tapi tidak disewakan untuk menginap, hanya sebatas waktu pesta saja, "ujarnya. Berbeda dengan Al's Joglo yang etnik, Galeri Taksu di Kemang bercorak kontemporer modern minimalis. Galeri ini disewakan juga untuk keperluan pesta. "Resepsi pernikahan juga boleh, asal konsepnya senada dengan konsep Galeri yang modern. Kami tidak menerima tamu yang ingin menggelar resepsi bertema etnik," ujar pengelola Galeri Taksu, April Lettau. Kekhasan yang dimiliki Galeri Taksu antara lain adalah nuansa putih yang menonjol kuat dari warna cat seluruh dindingnya. Di Galeri ini tidak mempunyai ruang tertutup, bahkan di bagian muka dan ruang belakang, dindingnya terdiri dari pintu-pintu yang bisa dibuka sehingga memberi kesan lapang. Tepat di bagian samping, terdapat kebun yang luas yang ditumbuhi pohon kelapa, mangga dan pisang-pisangan, dan sebuah kolam renang dengan airnya yang jernih. Ruang-ruang dan halaman yang lapang ini memudahkan untuk didekorasi sesuka hati tamu yang menyewa. "Kelebihan lainnya adalah pengunjung juga bisa menimati benda-benda pameran yang bernilai seni tinggi, seperti lukisan-lukisan besar yang dipajang pada tiap bidang dindingnya. Ini tentu akan memberi kesan eksklusivitas pesta,"papar April. Suasana pesta dengan nuansa unik juga bisa Anda peroleh di Museum Fatahillah. Museum yang terletak di daerah Jakarta Kota ini juga kerap ditempati untuk resepsi pernikahan. Tapi tentu saja bukan bagian dalam museum, melainkan halaman tengah dan ruangan dibelakang bangunan utama. Bayangkan, sebuah pesta dikelilingi bangunan tua yang megah dengan corak kolonialis, Anda serasa dibawa ke kemegahan masa lalu. Uniknya lagi, sembari menikmati pesta, para pengunjung juga bisa, lho melihat-lihat ke dalam museum berisi benda-benda peninggalan zaman Belanda.
Harga sebuah kenyamanan Seringkali yang menjadi kendala untuk mewujudkan pesta impian adalah ketersediaan dana. Untuk itu, pilihan lokasi pesta juga harus disesuaikan dengan budget Anda. Masing-masing tempat biayanya bervariasi. Dengan uang 500 ribu Anda sudah dapat menyelenggarakan acara selama 5 jam di Al's Joglo. Namun ada pula rumah yang harga sewanya untuk sekali pesta, Anda harus merogoh kocek sebanyak US$ 7000 (sekitar 63 juta rupiah). Di Al's Joglo, harga sewanya terbilang murah, berkisar antara 500 ribu hingga 3,5 juta rupiah, tergantung banyaknya tamu yang diundang. Kalau tamu tidak sampai 50 orang, Anda cukup membayar 500 ribu saja. Tentu itu tidak termasuk food and beverage. Untuk pesta di malam hari harganya juga lebih mahal karena termasuk biaya listrik untuk penerangan, minimal 1 juta rupiah. Biaya itu sudah termasuk valet parking, lunch/dinner box untuk untuk pengemudi, welcome drink dan bunga untuk meja. "Kalau ingin memesan makanan, kami punya Al's catering. Menunya macam-macam dan harganya cukup terjangkau, antara lain barbeque, thai, japanese, korean, mexican, indonesian atau international buffet dengan harganya antara 60 ribu hingga 75 ribu per porsi, jadi tinggal dikalikan saja jumlah tamu yang hadir," ujar Nita. Adapun jika ingin menggunakan Museum Fatahillah, harganya berkisar antara 15 hingga 21 juta, tergantung jumlah tamu yang diundang. Kapasitas tamu maksimal bisa untuk 3000 orang. Pihak pengelola tidak mau menyebut itu harga sewa, melainkan dalam bentuk kerja sama untuk biaya perawatan museum. "Dengan begitu museum juga sekaligus berpromosi agar bisa dinikmati masyarakat luas," ujar Bachtiar, pengelola museum Fatahillah. Pihak museum hanya menyediakan tempat saja. Dekorasi dan makanan diurus sendiri oleh penyelenggara pesta. Biaya itu sudah termasuk biaya keamanan, parkir dan daya listrik yang disediakan. Berbeda dengan Museum Fatahillah dan Al's Joglo, di Galeri Taksu, Biaya sekali sewa adalah 25 juta rupiah, tanpa tergantung jumlah tamu. Pokoknya kapasitas maksimalnya adalah 500 orang. "Kalaupun undangannya hanya 50 orang, tetap saja sewanya segitu," kata April. Waktu pemakaiannya bebas dan bisa menggunakan ruangan mana saja, baik yang didalam gedung maupun di halaman samping. Biaya itu hanya untuk sewa tempat saja. Pihak Galeri juga bisa diminta menangani dekorasi, kursi-kursi pesta ataupun kateringnya, tapi nanti yang akan mengurus adalah pihak luar bukan dari pengelola. Untuk rumah Kemang Timoer Toedjoe, biayanya boleh dikatakan cukup fantastis, yakni sekitar US$7000 hanya untuk sewa tempat saja dengan durasi 8 jam (wow..). Dekorasi dan katering boleh dengan pihak luar, tapi pihak manajemen juga bisa melengkapi semua kebutuhan pesta, dekorasi, makanan juga hiburan yang diinginkan, tentu saja dengan biaya tersendiri. Jadi, tinggal sebut saja, Anda ingin pestanya seperti apa? Asal, ada uang tentu saja.
10:12 PM
Mereka yang Tak Dilirik Pria...
Wanita masa kini makin berani tampil beda. Tak lagi patuh pada selera pria yang menyukai wanita feminin dan penurut.
Siapa tak kenal Carrie Bradshaw dan tiga sahabatnya dalam serial Sex and The city? Serial televisi buatan HBO yang paling digemari saat ini. Mereka mewakili tipikal kebanyakan wanita masa kini, berani, cerdas dan sukses. Meski kehidupan percintaan mereka toh, tak secemerlang kariernya. Ibarat pedang bermata dua, boleh jadi berani, cerdas dan sukses itu menjadi impian banyak wanita. Namun disisi lain, ternyata ketiga hal itu terkadang membawa kekhawatiran, akankah nantinya pria jadi ciut nyalinya mendekati mereka. Konon, ego pria tak menghendaki wanita yang memiliki kemampuan lebih dari pria. Berikut adalah pengalaman dari empat wanita lajang yang mengaku gusar karena pria takut mendekati mereka, serta solusinya.
Alissa, 27 Saya termasuk orang yang beruntung dalam karier, dalam waktu 3 tahun saya bekerja di sebuah kantor hukum, saya sudah dipromosikan untuk menjadi pengacara senior. Tapi belum sempat saya jalani, saya keburu menerima tawaran untuk melanjutkan kuliah S2 di Belanda. Tentu saja ini adalah impian saya sejak dulu, meneruskan kuliah hingga doktor. Syukurlah, jalan kesuksesan terbuka lempang untuk saya. Tapi dalam masalah percintaan, nampaknya saya tidak begitu beruntung. Tiga kali saya menjalin hubungan dengan pria, mereka mundur teratur karena sikap saya yang teramat mandiri. Padahal sebenarnya saya bukan orang yang terlalu pemilih. Saya tak menuntut kekasih saya haruslah pria yang lebih kaya atau level pendidikannya lebih tinggi. Saya tidak sepakat dengan kedua orang tua saya yang masih mengkhawatirkan wanita yang berpendidikan tinggi namun belum menikah akan sulit mendapat jodoh. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Bagaimana agar saya tidak terlihat sulit diraih?
PENDAPAT AHLI: Anda tak perlu ragu mengambil keputusan yang akan bermanfaat untuk kemajuan diri Anda, seperti meneruskan kuliah pascasarjana. Siapa bilang pria takut mengejar wanita yang level pendidikannya lebih tinggi? Dalam hubungan pria wanita, perbedaan karier, level pendidikan ataupun selisih gaji tidak lagi menjadi persoalan. Pria sekarang justru mengatakan lebih beruntung memiliki pasangan yang gajinya lebih tinggi sehingga mereka terhindar dari problem kekurangan. Yang membuat pria merasa terancam adalah ketika kehadiran mereka seperti tidak dibutuhkan. Pria membutuhkan perlakuan dari wanita agar ia merasa dibutuhkan. Sesekali tak ada salahnya menunjukkan sisi-sisi kepasifan Anda. Misalnya mintalah sesekali ia menjemput Anda pulang kantor, atau ketika Anda tengah menghadapi masalah, mintalah pasangan Anda untuk ikut memikirkan jalan keluarnya. Biasakanlah untuk selalu berbagi, memberi kesempatan pada pasangan untuk ikut membantu kesulitan Anda, bukankah hal itu justru mempermudah hidup Anda? Begitupun jika pasangan Anda memberi hadiah, atau mentraktir makan, sekecil apapun nilainya hendaknya Anda menghargai pemberiannya. Meskipun mungkin mudah saja bagi Anda untuk membelinya sendiri tapi jangan pernah meremehkan pemberiannya. Kalaupun selama ini pria yang mendekati Anda keberatan dengan kesuksesan Anda, Anda tak perlu cemas, berarti pria itu memang tidak layak untuk Anda.
Andra, 25 Saya suka tampil dengan gaya sporty. Kata teman-teman saya dianggap wanita macho lantaran aksesoris yang kerap saya kenakan menunjukkan sifat kelaki-lakian. Belum lagi cara berjalan saya terlihat gagah, begitu kata mereka. Saya memang bukan tipe wanita yang selalu ingin tampil cantik dengan make-up rapi seperti kebanyakan wanita. Tapi walau begitu saya juga sedih tatkala setiap kali saya jalan-jalan dengan teman wanita, saya adalah orang tidak pernah diajak bicara oleh pria saat mereka mengajak berkenalan. Padahal sebenarnya saya adalah teman bicara yang menyenangkan dan jarang membuat orang lain marah. Sayangnya kebanyakan pria tidak melihatnya. Mereka hanya sibuk melihat penampilan saya dan langsung membuat kesimpulan bahwa saya adalah teman wanita yang tidak layak diajak kencan. Bisakah saya mendapat kekasih tanpa saya harus merubah penampilan?
PENDAPAT AHLI: Mungkin ada pria yang memilih wanita feminin, tapi ada juga lho, yang lebih menyukai wanita bergaya sporty. Kalau sekarang banyak wanita yang tidak lagi mencari pria yang hanya sekadar tampan, begitupun penilaian pria pada wanita, tidak hanya melihat cantiknya saja. Ada banyak faktor lain yang bisa membuat pria jatuh cinta pada wanita, misalkan saja adanya kesamaan pikiran, hobi ataupun minat, itu juga bisa menjadi faktor perekat. Menjadi wanita yang menarik bisa juga karena kepribadian. Tak perlu merasa minder untuk menunjukkan penampilan yang Anda inginkan. Be your self, itulah ungkapan yang kini banyak dipakai sebagai semboyan. Barangkali yang ditakutkan dari pria adalah kalau Anda menunjukkan sikap angkuh. Tampil beda boleh saja, tapi kalau angkuh, jangankan pria, wanita pun akan enggan untuk mendekati Anda. Menyukai gaya maskulin boleh saja tapi cobalah Anda gali sisi-sisi feminin dari diri Anda. Misalnya cara Anda berkomunikasi dengan orang lain, apakah selama ini Anda termasuk orang yang galak, mudah marah, mudah tersinggung? Nah, jika jawabannya iya, sikap itulah yang perlu Anda rubah, agar orang lain merasa nyaman ngobrol dengan Anda, termasuk pria.
Nila, 33, Karyawati swasta Saya adalah orang yang tak takut bicara blak-blakan soal seks. Dalam soal penampilan pun saya lebih nyaman mengenakan busana-busana yang dianggap seksi. Tapi bagi saya baju seksi memberi kepercayaan diri lebih besar. Di lingkungan saya sewaktu saya kuliah di luar negri berpakaian seksi adalah hal yang biasa. Begitupun bicara vulgar sudah dianggap bukan hal yang tabu lagi. Tapi disini, sepertinya penampilan saya itu diartikan lain. Kekasih saya Adri (30) sering keberatan dengan cara berpakaian saya. Saya sangat tersinggung ketika ia mengatakan sikap saya itu menunjukkan orang yang provokatif dan agresif terhadap laki-laki. Hal ini amat membuat ia merasa terancam, karena khawatir saya akan gampang berpaling ke pria lain. Padahal saya bukan orang yang segampang itu. Tapi untuk merubah kebiasaan itu rasanya tak bisa saya turuti. Bagi saya, merubah satu hal dari diri saya sama artinya merubah keseluruhan diri saya. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
PENDAPAT AHLI: Memang anggapan bahwa wanita yang berpakaian seksi itu tidak bisa dijadikan dasar penilaian bahwa ia adalah orang yang provokatif, agresif atau juga berpengalaman dalam soal seks. Anggapan ini muncul semata karena wanita yang berbusana seksi masih dianggap hal yang tidak lumrah, jadi Anda harus mengerti itu. Sah sah saja berpenampilan seksi, tak ada yang melarang, kok. Hanya yang perlu diingat adalah sesuaikan dengan situasi dan tempat yang Anda datangi. Kalau misalnya Anda pergi bersama pasangan, sedangkan ia ingin Anda tampil sopan, tak ada salahnya berkompromi. Keculai misalnya Anda pergi dengan teman-teman Anda dan mengadakan acara sendiri, boleh tampil seperti yang Anda inginkan.
Linda, 35, Programmer Komputer Saya adalah orang yang berpikiran bebas, tidak ingin menjadi orang yang tergantung pada orang lain. Dalam masalah percintaan, saya bukan orang yang berorientasi harus menikah dan punya anak seperti kebanyakan orang lain seusia saya. Mungkin karena pengaruh trauma lantaran pernikahan kedua orang tua saya sangat tidak bahagia dan berakhir dengan perceraian. Saya jadi sulit membuka diri pada pria. Seringkali ketika ada pria yang menyukai saya dan ingin menjadi kekasih saya, saya beri dia ujian nyali. Umpamanya saja dengan sikap berpura-pura mesra dengan teman pria saya yang lain, atau berpura-pura tidak menaruh hati padanya. Hasilnya? Hingga saat ini belum ada satupun pria yang berhasil lolos dari ujian yang saya terapkan, padahal ada juga pria yang sebenarnya saya sukai. Meskipun saya terlihat orang yang sangat mandiri, tapi saya juga mendambakan pria yang bisa memahami saya sepenuhnya. Bagaimana caranya agar pria yang saya sukai tak kabur lagi dari saya?
PENDAPAT AHLI: Coba deh, Anda melakukan interospeksi diri, tanyakan pada diri Anda apa, sih yang sebenarnya Anda cari dari hubungan percintaan? Kalau Anda sulit membuka diri pada pria, toh yang rugi adalah diri Anda sendiri. Pria yang Anda sukai akhirnya menjauh karena ia sulit 'mencapai' Anda. Sebaiknya Anda tidak menjadikan pria yang menyukai Anda sebagai sasaran trauma masa lalu Anda. Yang akan menjadi korban adalah kebahagiaan dan masa depan Anda. Kalau memang Anda tidak ingin menikah karena alasan prinsip yang ingin Anda terapkan, sebaiknya ungkapkan alasan Anda itu secara baik-baik, sehingga pria bisa mengerti jalan pikiran Anda. Hakikatnya hubungan cinta adalah adanya saling pengertian. Nah, kalau ternyata pria yang Anda sukai itu bisa mengerti Anda, kelak ada gilirannya Anda juga harus mengerti keinginannya. Sekali-kali jadilah orang yang bersedia berkorban untuk cinta, dengan begitu Anda tidak akan dianggap sebagai wanita yang egois.
Konon, ini yang membuat pria menghindar Menurut Matthew Fitzgerald, penulis kolom hubungan pria-wanita di situs ini , berikut ini tipe wanita yang bisa membuat pria marah dan memilih untuk menghindar, antara lain:
1. Si Matre Tipe matre ini biasanya terlalu menuntut pria mengeluarkan isi dompetnya demi memenuhi kesenangannya. Ia juga menginginkan pria membiayai hidupnya, bukan hanya untuk membayar segala kebutuhannya saja, tetapi juga keinginannya untuk hidup serba berkecukupan dan mewah. 2. Si pemarah Di mata tipe pemarah, tak ada pria yang baik hati di dunia ini, yang ada hanya pria brengsek, buaya darat, dan egois. Hal ini secara eksplisit terlihat lewat sikap sinis pada pria dan tak pernah mempercayai pria. Pria mana sih yang akan tahan jika dicurigai terus menerus oleh pasangannya? 3. Si kurang percaya diri Sebenarnya tak ada yang salah dengan penampilannya. Sikapnya yang seringkali membuat pria masygul, misalnya, ia sering mencemaskan tentang make-up yang dikenakan, penataan rambutnya, ataupun pakaian yang dikenakannya. Lebih parah lagi, ia juga tak percaya diri dengan komitmen pasangannya. Ia butuh diyakinkan terus menerus oleh pria. 4. Si egois Tipe wanita yang hanya fokus pada dirinya sendiri, tanpa peduli persoalan yang dihadapi orang lain. Ia ingin selalu menjadi pusat perhatian, dimana tempat dan kapan pun. Maunya selalu dilayani oleh orang lain, termasuk kekasihnya. 5. Si pengontrol. Ia adalah tipe pengatur. Pada kekasihnya ia menentukan apa yang harus dikenakan, kemana akan pergi, apa yang bisa dimakan, boleh bergaul dengan teman yang seperti apa, dan sebagainya. Mungkin saja ia terbiasa memiliki kekuasaan di kantor atau di rumahnya, tapi lantas sikap itu terbawa juga dalam hubungan dengan pria. 6. Si pemimpi Mungkin banyak wanita yang bermimpi kelak mereka dilamar oleh pangeran tampan dan kaya. Akan tetapi yang terjadi pada wanita tipe ini adalah ia tidak mau realistis bahwa hidup itu kadang ada susahnya selain senangnya. Dan ia tak mau mengenal susahnya.
8:49 PM
Friday, December 24, 2004
Chicklit, genre baru?
Ditulis oleh, tentang dan untuk wanita, novel-novel chicklit laku keras di pasaran. Inilah genre baru di dunia fiksi yang tengah digandrungi wanita.
Cobalah berjalan-jalan ke toko buku, di situ Anda akan dengan gampang menemukan novel-novel dengan kemasan sampul yang warnanya bermacam-macam, ada yang ungu, biru, merah, dan sebagainya. Selain itu ilustrasi sampulnya pun atraktif dengan pilihan gambar diambil dari aksesori wanita modern, seperti misalnya sepatu berhak tinggi, tas belanja ataupun busana yang paling mutakhir. Itulah novel chicklit yang tengah booming saat ini. Sekarang bukan lagi eranya novel-novel John Grisham, Sidney Seldon atau bahkan Agatha Christie, para wanita beralih membaca chicklit, dan mereka yang tadinya bukan penggemar buku pun ramai-ramai 'melahap' chicklit, tidak peduli setebal apapun bukunya. Apa sebenarnya chicklit itu? Dan kenapa bisa fenomenal?
Cermin wanita urban Yang disebut chicklit atau chick literature menurut Dewi Lestari, penyanyi dan penulis buku Supernova, yakni novel fiksi yang ditulis oleh wanita dan bertutur tentang wanita, terutama dari kalangan perkotaan yang mandiri dari segi sosial dan ekonomi. Kata Dewi, "Tokoh dalam chicklit usianya berkisar antara 20 hingga 30-an, belum menikah dan biasanya kisahnya seputar karier, kehidupan cinta atau romantisisme, lengkap dengan detil kesehariannya." Bahasa yang digunakan juga sangat mudah dicerna karena menggunakan bahasa sehari-hari. Selain itu istilah-istilah dalam chicklit banyak mencantumkan kosakata modern yang sudah tidak asing lagi di kalangan wanita, seperti misalnya Prada, Armani, Manolo Blahnik, atau Jimmy Choo, yakni merk-merk tas dan sepatu ternama yang amat disukai wanita. Apa yang ada dalam chicklit adalah cermin wanita urban masa kini. Salah satu situs tentang chicklit di internet juga menguraikan hal serupa. Menurut www.chicklit.us, pengertian chicklit mengacu pada literatur modern khusus wanita. Cerita dalam chicklit menuturkan wanita yang tengah mencari pasangan hidupnya. Kisahnya lucu, ada unsur humornya, cerdas dan sangat menghibur. Umpamanya cerita dalam salah satu chicklit yang berjudul Jemima J karya Jane Green, Jemima adalah wanita yang kehilangan rasa percaya diri karena bertubuh gemuk. Ia sering menjadi bahan olok-olok teman-temannya. Ketika ia mengenal internet, ia pun mencari pasangan lewat chatting. Ia berkenalan dengan Brad, pria tampan yang tinggal di Los Angeles. Demi agar dicintai Brad, Jemima ingin mengurangi merubah dirinya menjadi sosok yang langsing, cantik dan atletis. Berkat fitness dan diet mati-matian akhirnya Jemima berhasil menjadi seperti yang ia inginkan. Kelucuan terjadi ketika Jemima menemukan foto-foto Brad yang sedang bermesraan dengan seorang wanita gemuk. Brad pun akhirnya mengakui bahwa ia sebenarnya terobsesi pada wanita bertubuh gemuk, tetapi ia malu mengakuinya. Kisah Jemima ini juga menjadi cerminan dari banyaknya wanita yang terobsesi untuk memiliki tubuh yang langsing. Tapi, seperti yang ingin disampaikan Jane Green, ternyata bertubuh langsing tidak selalu memberi kebahagiaan. Seperti dalam novel Jemima J, cerita dalam chicklit kebanyakan berakhir bahagia, dikisahkan akhirnya si tokoh menemukan pasangan hidup atau cinta sejatinya. Setelah patah hati dengan Brad, Jemima bertemu dengan Benjamin, teman kantornya dulu, dan mereka saling jatuh cinta. Begitu juga Becky, si gila Belanja yang dikisahkan dalam novel ketiganya yakni Shopaholic Ties the Knot, Becky dilamar oleh Luke, pria idamannya. Mengenai akhir cerita semacam ini Dewi berpendapat, "Tidak bisa dikatakan stereotype bahwa chiklit itu harus diakhiri dengan menikahnya si tokoh. Chicklit masih akan terus berevolusi. Waktu yang akan membuktikannya," ujarnya. Kenyataannya ada juga chicklit yang tokohnya tetap tidak menikah hingga akhir cerita, Bridget jones dalam Bridget Jones's Diary, misalnya.
Laris Sebagian besar chicklit yang beredar di pasaran adalah karya terjemahan. Di luar negeri chicklit memang sangat popular, seperti misalnya di Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, India, imbasnya sampai ke Indonesia. Menurut Dewi, "Chicklit itu suatu genre baru di dunia penerbitan. Sebelumnya, istilah chicklit sama sekali belum dikenal," katanya. Disebut-sebut fenomena ini dipelopori oleh Helen Fielding, penulis asal Amerika Serikat lewat novelnya yang berjudul Bridget Jones's Diary tahun 1996, yang kemudian menjadi best seller di tahun 1998 dan berhasil meraup keuntungan sebesar $71 juta dollar. Saking larisnya novel ini pun diangkat ke layar lebar oleh sutradara Sharon Maguire. Tak lama setelah itu berbagai macam novel yang bertutur seputar keseharian wanita lajang dan modern pun bermunculan, masyarakat menyebutnya sebagai chicklit. Demam chicklit di luar negeri ini segera 'ditangkap' oleh penerbit-penerbit di Indonesia. Salah satu penerbit yang kemudian banyak menerjemahkan beberapa chicklit asing ke dalam bahasa Indonesia adalah Gramedia Pustaka Utama (GPU). Menurut kepala bagian pemasaran fiksi V.Tuwadi, "Untuk buku-buku chicklit, kami menambahkan label khusus yakni being single and happy pada sampul depannya. Hal ini kami maksudkan karena sasaran pembelinya adalah wanita karier usia 20 hingga 30-an tahun," ujarnya. Ternyata langkah yang dilakukan Gramedia dengan memberi label khusus itu adalah langkah yang tepat. Buktinya, "Novel Confession of Shopaholic yang diterjemahkan menjadi Pengakuan Si Gila Belanja sudah naik cetak hingga tiga kali," ujar Tuwadi. Tinggal hitung saja, kalau sekali cetak sebanyak sepuluh ribu eksemplar, tinggal dikalikan tiga sehingga total berjumlah 30 ribu eksemplar. Angka yang cukup fantastis mengingat bisanya buku lain hanya dicetak sebanyak tiga ribu eksemplar. Rata-rata buku chicklit lainnya juga sudah naik cetak hingga dua kali. Tak hanya chicklit terjemahan yang beredar di pasaran, beberapa penulis Indonesia turut pula meramaikan genre baru ini. Antara lain wanita asal Bandung bernama Nisha Rahmanti yang membuat novel berjudul Cintapuccino, dan Alberthiene Endah dengan novelnya berjudul Jodoh Monica. Novel Cintapuccino bahkan sudah terjual sebanyak 30 ribu eksemplar.
Mendongkrak minat baca Kehadiran chicklit mendapat berbagai tanggapan. Ada yang menilai bahwa chicklit hanyalah karya yang dangkal, lain halnya dengan novel sastra yang dinilai lebih berbobot. Mengenai hal ini Dewi membantah pembedaan chicklit dengan novel sastra, "Masing-masing karya ada penikmatnya sendiri-sendiri, baik sastra ataupun chicklit. Saya sendiri tidak setuju dengan penggolongan berat atau ringan tersebut. Kecenderungan orang untuk mengkategorikan itu dengan maksud untuk mempermudah saja, yang berbeda hanyalah pengemasannya. Saya lihat chicklit juga banyak yang bagus," katanya. Fenomena larisnya buku-buku chicklit adalah hal yang positif. Dewi berujar, "Larisnya chicklit berarti menunjukkan peningkatan minat baca masyarakat, khususnya wanita. Memang dengan adanya chicklit gejala minat baca semakin meluas. Yang tadinya malas atau takut menyentuh buku, sekarang mulai menyukai buku. Tidak masalah orang memilih chicklit atau komik sekalipun, yang paling penting adalah mentradisikan budaya membaca itu sendiri. Semakin banyak pemain dalam industri buku itu semakin bagus," kata Dewi . Eliza (28), seorang desainer grafis yang mengaku gemar membaca chicklit, mengatakan, "Sepulang dari kantor, setelah capek dengan pekerjaan yang menumpuk, saya berisitrahat sembari membaca chicklit. Rasanya fun banget dan pikiran menjadi segar," ungkapnya. Lain Eliza lain lagi dengan Sari (31), staf marketing perusahaan swasta, menurutnya, "Chiklit itu gue banget, deh! Apalagi kisah Becky, tokoh dalam novel Shopaholic, persis dengan kasus saya yang sering tidak bisa menahan keinginan untuk belanja. Tapi setelah membaca novel Shopaholic, saya jadi berhati-hati menggunakan kartu kredit, agar kasusnya tidak separah Becky yang terbelit hutang, hahaha," ujarnya tergelak. Fenomena booming chicklit ini nampaknya masih akan berlangsung terus. Selain chicklit ada juga yang disebut teenlit yakni novel untuk remaja. Al hasil, industri buku pun kini semakin ramai. Dewi berkomentar, "Ini adalah gejala yang positif, kalau masalah buku dan dunia tulis menulis, semakin banyak pemain justru semakin bagus," ujarnya.
Chicklit yang pernah kubaca: 1. The Devil Wears Prada Lauren Weisberger/ Broadway Books New York (2003) Banyak orang membayangkan bekerja di majalah sungguh menyenangkan, apalagi jika mendapat iming-iming bisa mejadi loncatan bekerja di majalah manapun yang diinginkan. Itulah kenapa Andrea Sachs bersedia menerima pekerjaan sebagai asisten pemimpin redaksi di majalah Runway, majalah mode terkemuka di Amerika Serikat. Namun ternyata kenyataan berbicara lain, pekerjaannya tak semudah yang dibayangkan, Andrea harus bisa tahan dengan bosnya, Miranda Priestley yang perfeksionis dan sangat galak. Permintaan MIranda juga seringkali mustahil untuk dituruti. Seperti misalnya harus mencari artikel di Koran yang ia tidak tahu namannya, mencari laci di toko antik di rimba New York. Mampukah Andrea bertahan hingga setahun? 2. Confessions of a Shopaholic Sophie Kinsella/ Bantam Dell New York (2003) Becky Bloomwood adalah seorang jurnalis di bidang keuangan. Tentu saja, ia tahu betul masalah keuangan dan sering diminta menjadi konsultan. ironisnya, ia gila belanja. Baginya, belanja adalah semacam terapi ketika ia sedang menghadapi masalah. Tapi kali ini Becky sudah kebabalasan, ia dikejar-kejar surat-surat tagihan. Ia tahu ia harus berhenti, namun ia tidak bisa melakukannya. Ia mencoba mengurangi pengeluaran, mencoba memperbesar penghasilan, tapi tak ada yang berhasil. Satu-satunya penghiburan adalah membeli sesuatu... sesuatu untuk dirinya sendiri. Akhirnya sebuah kisah mengusik hatinya dan menggugah rasa tanggung jawabnya, dan artikelnya di halaman depan menggulirkan rangkaian kejadian yang akan mengubah hidupnya-selamanya.
3. Jodoh Monica Alberthiene Endah/ Gramedia (2004) Monica Susanti wanita karier sukses di perusahaan periklanan. Di usianya yang sudah 34 tahun, satu-satunya kekurangannya adalah sulit mendapat jodoh. Dia menyesali masa muda yang dihabiskannya untuk ambisi mengejar karier. Ia pun kerap menjadi bahan olok-olok teman-teman kerjanya. Di saat depresi menanti jodoh datang, dia banyak mengalami peristiwa menggelikan, sekaligus berpotensi memberinya calon pasangan hidup! Hingga suatu hari ia bertemu dengan Mike, pria flamboyan yang tampan dan sukses, yang tiba-tiba menyatakan cinta padanya. Inikah jodohnya?
4. Indiana Chronicle Blues Clara Ng/Gramedia Indiana hampir mendapatkan apa yang diimpikannya, karier yang sukses dan menikah dengan pria impian. Namun sejak kecelakaan pesawat di Kalimantan menimpanya, serentetan masalah menghampirinya. Ia dipecat dari kantor dan tunangannya tiba-tiba memutuskannya. Ia pun harus memulai segalanya dari nol lagi, betapapun beratnya. Masalah baru pun muncul, Francis, mantan tunangannya meminta maaf dan ingin kembali padanya, sementara ia juga jatuh cinta pada Charles, pria yang mengalami kecelakaan pesawat bersamanya. Siapa yang harus ia pilih karena keduanya sama-sama menawan hatinya?
5. For Matrimonial Purposes Kavita Daswani/ Gramedia Anju adalah wanita India yang dibesarkan dalam keluarga yang menganut tradisi yang kolot. Di India, pernikahan adalah hal yang sangat penting bagi wanita. Untuk itu sejak usia belasan tahun, orang tuanya terus mencarikan jodoh yang tepat untuknya, namun tidak pernah diterima Anju, karena belum merasa belum ada yang tepat baginya. Ia pun memutuskan untuk merantau bekerja ke Amerika Serikat agar bisa menjalani kehidupan sendiri, lepas dari kungkungan adat. Tapi dugaannya salah, hampir setiap kali ada famili atau temannya menikah, ia diharuskan pulang ke India oleh orang tuanya dengan harapan bertemu dengan pria lajang di pesta perkawinan. Penantiannya yang panjang tak sia-sia, ia dikenalkan temannya pada Rohan, pria India yang bekerja di Inggris, yang juga sedang menanti jodoh.
6. Diary of a Mad Bride Laura Wolf/ Gramedia (2003) Amy, seorang wanita karier yang mandiri, belum terpikir untuk menikah. Baginya pernikahan hanyalah akan mengubah wanita mandiri sepertinya menjadi wanita yang histeris. Tapi saat Stephen melamarnya dalam antrean membeli snack di bioskop, Amy tidak sanggup menolaknya. Kapan lagi dia bisa menemukan pria yang benar-benar baik dan mencintai sekaligus dicintainya? Mulailah semua kegilaan mempersiapkan pernikahan. Meskipun bertekad tidak akan kehilangan akal sehat, Amy tetap harus menghadapi berbagai tantangan untuk peristiwa sekali seumur hidup itu. Buku panduan calon pengantin yang terlalu sempurna, anggaran pernikahan yang terlalu sedikit, tempat resepsi dan katering yang terlalu mahal, pendeta yang ternyata suka buang air sembarangan, gaun pengantin jelek ala pedesaan, dan susahnya mencari sepatu yang cocok dengan gaun pengantinnya. Menjelang pernikahan adalah saat-saat yang paling menegangkan dalam hidup Amy.
10:23 PM
Sunday, October 24, 2004
Busway, oh busway...
Macet dan Lalu-lintas yang semrawut sudah menjadi rutinitas sehari-hari di Jakarta. Kehadiran Busway diharapkan menjadi obat mujarab dari persoalan tersebut.
Naik apa ke kantor hari ini ? Bagi Anda yang memiliki mobil pribadi, mungkin akan menjawab,"Ya jelas naik mobil dong !" Namun bagi yang tak punya mobil, jawabannya akan lain,"Naik bus saja ah, kan, murah." Memang sih, murah, tapi seringkali di bus tidak ada kenyamanan karena banyaknya pengamen dan pedagang asongan. Keduanya, baik mengendarai mobil pribadi maupun bus umum, tak akan bisa lepas dari cengkeraman kemacetan. Sebagian orang lagi mungkin akan menjawab,"Naik kereta api listrik (KRL) Jabotabek, dijamin tidak macet". Tapi membayangkan harus berjubel dengan banyak orang, saking penuhnya, membuat orang enggan naik KRL, jika tidak terpaksa. Sebuah pilihan yang sama-sama tidak enak bukan ? Memang diakui, bahwa kondisi lalu-lintas Jakarta dari hari ke hari makin bertambah buruk. Di beberapa tempat kemacetan makin parah, sedangkan angkutan umum yang ada sekarang masih kurang memadai dan belum memberikan kenyamanan. Pernah, nggak, Anda membayangkan, di Jakarta sekarang jumlah mobil pribadi mencapai 1,470 juta unit, jika setiap harinya bertambah 138 unit mobil baru, itu artinya akan ada 800 meter jalan akan hilang. Jika kondisi ini didiamkan, tahun 2014 mendatang bagaimana kondisi Jakarta ? Macet total ! Sebab, jumlah penambahan mobil tak sebanding dengan penambahan jalan raya yang saat ini panjangnya hanya 6.528 km.
Proyek Transjakarta Busway, apa lagi itu.. Tapi tunggu, sebaiknya tunda dulu rasa pesimis Anda, sejak 15 Januari lalu Pemda DKI meluncurkan busway. Busway adalah sarana angkutan umum massal dengan moda bus, yang berjalan pada lintasan khusus di lajur sebelah kanan. Busway tak bisa sembarangan menaikkan dan menurunkan penumpang, seperti kereta api, busway dilengkapi halte khusus sebanyak dua puluh buah yang terbentang sepanjang Blok M-Kota. Penumpang harus terlebih dulu membeli tiket di tempat yang disediakan. Selain itu agar mudah menuju lajur busway, maka dari lokasi tertentu akan disediakan trayek angkutan umum yang mengumpannya atau disebut sebagai rute pengumpan. Busway didesain dengan 31 tempat duduk ditambah kapasitas 50 penumpang berdiri. Jadi total 81 orang bisa terangkut dalam satu bus. Sejak adanya busway, ada juga sebagian warga Jakarta yang rela membiarkan mobilnya mojok di garasi, untuk sekadar 'mencicipi' busway, banyak pula warga Jakarta lain yang tertarik mencoba busway. 'Mumpung gratis !' Selama dua minggu pihak pengelola busway memberikan pelayanan secara cuma-cuma kepada penumpang. Ini namanya masa sosialisasi. "Setelah dua minggu, hanya orang yang membeli tiket yang bisa naik busway" ujar Irzal Djamal, Ketua Badan Pengelola Tranjakarta Busway. Semenjak busway gratis ini beroperasi, warga Jakarta berbondong-bondong antre untuk naik. Ada yang memang berkepentingan untuk mengejar waktu, ada yang hanya ingin mencicipi, ada pula yang sekadar naik busway sebagai hiburan, seperti halnya anak kecil yang sedang mencoba mainan baru.
Busway, Solusi kemacetan ? Pembangunan busway memang bertujuan untuk memecahkan problem kemacetan di Jakarta. Jalur khusus yang dimiliki busway, jelas bisa memuluskan jalan bus tanpa harus terhalang kemacetan. Bus hanya akan berhenti di halte, dan di lampu merah. Selebihnya, mulus-mulus saja. Tapi dengan begitu, apakah berarti Jakarta bisa bebas dari kemacetan ? Menurut Gubernur DKI Sutiyoso, ia mengakui bahwa busway memang tak akan bisa memecahkan persoalan kemacetan begitu saja. "Busway yang ada sekarang barulah tahap awal dari rencana besar lainnya. Koridor Blok M-kota hanyalah salah satu koridor dari empat belas koridor yang direncanakan. Kemacetan baru akan teratasi bila sistem transportasi umumnya sudah terintegrasi—ada busway, kereta monorel, dan angkutan air di Banjir Kanal Timur. Jadi, nantinya disebelah utara-selatan ada busway, timur barat ditusuk monorel dan akan dilingkari pelabuhan-pelabuhan kecil," ujar Sutiyoso yang kerap dipanggil Bang Yos. Irzal Djamal juga berpendapat sama, "Ini proyek jangka panjang, kira-kira baru tahun 2010, jika proyek busway ini berhasil, Jakarta baru bisa keluar dari persoalan kemacetan," ungkap Irzal. Marco Kusumawijaya, pengamat masalah perkotaan juga berpendapat sama. Ia mengatakan, "Busway adalah salah satu prasyarat minimal yang harus dipunyai sebuah kota besar, seperti Jakarta. Jadi kehadiran busway harus didukung," ujarnya. Marco menambahkan, "Sebenarnya masih ada syarat penting lainnya dalam hal penataan kota, yaitu kakilima yang memadai. Selama ini, banyak orang salah paham tentang arti kakilima. Kakilima adalah tempat pejalan kaki atau yang lebih dikenal dengan trotoar. Yang terjadi di Jakarta, trotoar sangat tidak memadai. Tak semua jalan raya ada trotoar, kalaupun ada seringkali di sabot oleh para pedagang. Akibatnya ? tak ada rasa aman bagi para pejalan kaki. Setiap saat ia bisa terluka diserempet oleh mobil yang melaju cepat tanpa memedulikan kondisi di sekitarnya. Jadi logikanya begini, jika ingin mengurai kemacetan di Jakarta, jumlah mobil di jalan raya harus dikurangi," ujarnya tegas. Tapi menurut Marco, sarana fisik seperti busway saja tidak cukup, pembangunan sarana juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat. Terutama yang terbiasa menggunakan mobil pribadi. "Sarana angkutan umum memang harus dibuat nyaman, agar para pengguna mobil pribadi mau melirik menggunakannya," saran Marco.
Menyandingkan Jakarta dengan Bogota Bogota disebut-sebut oleh banyak kalangan sebagai kota yang paling teratur lalu-lintasnya. Diakui oleh Irzal Djamal, bahwa proyek busway yang diterapkan di Jakarta meniru busway yang ada di sana. Dulu pun sebenarnya kondisi lalu-lintas Bogota tak ubahnya dengan Jakarta, macet dan semrawut. Tapi kini warga Bogota telah berhasil keluar dari persoalan itu. Lalu-lintas di sana sungguh lancar. Warga kini lebih suka menggunakan bus, sehingga tak banyak kendaraan pribadi berlalu-lalang. Di sana, akses jalan lebih diutamakan untuk pejalan kaki, pemakai sepeda, maupun infrastruktur yang lebih mengutamakan angkutan umum. Penggunaan mobil pribadi dibatasi ketat melalui kebijakan pico y placa (jam sibuk dan pelat nomor). Caranya dengan melarang kendaraan berpelat nomor berakhiran 1 hingga 4 dilarang beroperasi hari Senin, 5 hingga 8 pada hari Selasa; 9,0, 1 dan 2 pada hari Rabu dan seterusnya. Cara ini terbukti efektif mengurangi kepadatan lalu-lintas. Kebiasaan menggunakan sepeda makin meningkat, terlebih lagi dengan dibangunnya jalur khusus sepeda. Jangan kaget, Bogota dikenal memiliki jalur sepeda terpanjang sedunia, yaitu lebih dari 200 km. Jadi, tak perlu takut disenggol mobil atau bus jika naik sepeda di Bogota. Pun tak perlu menutup hidung untuk menghindari polusi udara akibat asap knalpot, sebab dengan tak begitu banyaknya jumlah mobil, polusi udara juga bisa diminimalkan. Kelihatan kan, bedanya dengan Jakarta. Tapi untuk bisa seperti sekarang, Bogota juga tak menyulap begitu saja, sim salabim langsung jadi, melainkan butuh waktu yang amat lama. Jika diibaratkan perlombaan lari, ia telah start lebih dulu. Untuk membangun busway yang bisa mengakses ke semua tempat, Bogota membutuhkan waktu selama sembilan tahun. Sedangkan Jakarta ? Bisa dibilang, baru saja memulainya.
8:41 PM
Thursday, June 24, 2004
Jejak Masa Silam di Keraton Surakarta
Keraton yang terletak di kota kecil ini menyimpan banyak cerita sejarah. Di tempat inilah dulunya pusat kerajaan Mataram Islam berada.
Mendung bergayut di atas Kota Surakarta. Pasalnya, warga Surakarta baru saja berkabung karena meninggalnya Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Paku Buwono XII (79) tanggal 11 Juni lalu. Layaknya raja Mataram, prosesi pemakaman dilangsungkan menurut tatacara Kraton di Pasareyan Imogiri, kompleks pemakaman raja-raja Mataram. Paku Buwono XII, raja di kraton Kasunanan Surakarta, adalah bagian dari sejarah panjang kerajaan besar di tanah Jawa yang bernama kerajaan Mataram II. Pada masa jayanya, Kerajaan Mataram II dibawah pimpinan Sultan Agung Senapati Ingalaga yang terkenal dengan sebutan Prabu Pandita Hanyakrakusuma, menguasai hampir seluruh Jawa, dari Pasuruan sampai Cirebon. Ilmu pengetahuan, kesenian, kesusastraan dan keagamaan juga berkembang pesat. Akan tetapi, hikayat kerajaan Mataram diwarnai pertentangan demi pertentangan, hingga lahirlah Kasunanan Surakarta dan Keraton Yogyakarta, seperti dikenal sekarang. Pecahan lainnya yakni Keraton Mangkunegaran dan Pakualaman. Femina menguraikan secara singkat untuk Anda mengenai kisah kekuasaan Paku Buwono dan terbentuknya keraton Kasunanan Surakarta serta keraton lainnya. Paku Buwono, jejak raja-raja Mataram "Raja adalah kekuasaan yang diwariskan secara turun temurun, untuk itu silsilah raja bisa ditelusuri," kata Prapto Yuwono.M.Hum, pakar Sastra Jawa dari Universitas Indonesia. Mengurai silsilah Paku Buwono XII, tentunya akan merujuk pada leluhurnya, yakni Paku Buwono I. Paku Buwono I memerintah kerajaan Mataram pada tahun 1704. Bernama asli Pangeran Puger, ia sebenarnya adalah adik dari Amangkurat II, keturunan langsung Sultan Agung. Prapto mengatakan, "Sejak Amangkurat II kerajaan Mataram mengalami kemunduran, pemerintahan diwarnai dengan perebutan tahta dan perselisihan antaranggota keluarga yang kerap dicampuri oleh Belanda." Bermula dari tidak harmonisnya hubungan Amangkurat II dengan Belanda, dalam hal ini VOC. Di mata VOC Mataram adalah ancaman besar bagi kolonialisme Belanda. Setelah Amangkurat II wafat dan digantikan oleh Amangkurat III, ketegangan hubungan makin memuncak. Demi mengetahui rasa permusuhan itu, pihak VOC lantas mengakui Pangeran Puger yang berkuasa sebagai raja Mataram dengan gelar Paku Buwana I. Hal ini memicu terjadinya perang saudara tahun 1708. Amangkurat III menyerah dan ia dibuang ke Sailan (sekarang Sri Lanka) oleh VOC. Pusat kekuasaan Mataram sempat berpindah beberapa kali, dari yang semula bertempat di Plered Kotagede, lalu pindah ke Kartasura. Adapun kepindahannya ke Surakarta tahun 1742 yakni pada masa Paku Buwono II (cucu Paku Buwono I). Berpindah-pindahnya pusat kekuasaan ini tak lain karena situasi penjajahan Belanda dan juga meletupnya pemberontakan-pemberontakan terhadap kekuasaan raja. Menurut penulis sastra dan sejarah jawa, DR.Purwadi.M.Hum, "Salah satu peristiwa pergolakan penting yang tercatat dalam sejarah adalah peristiwa geger pecinan tahun 1740, yakni pemberontakan kaum pedagang, yang sebagian besar adalah keturunan Cina, terhadap VOC. Paku Buwono II memihak Cina dan turut membantu menghancurkan benteng VOC di Kartasura. VOC yang mendapat bantuan Panembahan Cakraningrat dari Madura berhasil menaklukan pemberontak Cina. Merasa terancam, Paku Buwono II berganti berpihak kepada VOC. Terjadilah pemberontakan yang dimotori Raden Mas Garendi bersama pemberontak Cina menggempur keraton, hingga Paku Buwono II melarikan diri ke Ponorogo. Dengan bantuan VOC kraton dapat direbut kembali tahun 1743, akan tetapi kondisinya telah porak poranda. Paku buwono II pun akhirnya memutuskan untuk memindahkan keraton ke Surakarta tahun 1744, dan itulah kraton yang berdiri kokoh hingga sekarang," ujar penulis buku Sultan Agung yang juga pendiri Institut Budaya Jawa yang berkedudukan di Yogyakarta.
Terpecahnya kekuasaan Keraton Pada masa Paku Buwono II, terjadi pemberontakan yang dimotori Raden Mas Said (masih kerabat PB II), lantaran kecewa atas sikap lunak PB II terhadap Belanda. PB II menugaskan adiknya, Pangeran Mangkubumi, untuk mengenyahkan kaum pemberontak dengan janji akan memberikan hadiah tanah di Sukowati (Sragen sekarang). Usaha Mangkubumi berhasil. Tetapi PB II mengingkari janjinya, sehingga Mangkubumi memilih bergabung dengan kubu Raden Mas Said dan melakukan pemberontakan bersama-sama. Setelah PB II wafat dan digantikan PB III tahun 1749, pemberontakan masih tak kunjung surut. Bahkan wilayah yang dikuasai Mangkubumi telah mencapai Yogya, Bagelen, dan Pekalongan. Setelah berkejaran selama lebih dari 6 tahun, akhirmya ketiganya sepakat untuk berdamai. Dibuatlah perjanjian Giyanti tahun 1755. Isi perjanjian tersebut adalah dibaginya Mataram menjadi dua. Bagian barat dibagikan kepada Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar raja Sri Sultan Hamengku Buwana I dan mendirikan keraton di Yogyakarta. Sedangkan bagian timur diberikan kepada Paku Buwana III, yang bergelar raja Sri Susuhunan Paku Buwana III, dan pusatnya masih tetap di Kraton Kasunanan Surakarta. Merasa punya andil besar dalam pemberontakan melawan Paku Buwono III, Raden Mas Said kemudian mendirikan istana sendiri, masih di daerah Surakarta, tahun 1756. Untuk mengesahkan kekuasaannya, dilakukan perjanjian yang melibatkan Sunan Paku Buwono III, Sultan Hamengku Buwono I dan pihak Belanda. Pertemuan itu dikenal dengan perjanjian Salatiga tanggal 17 maret 1757 yang isinya menyepakati bahwa Raden Mas Said memiliki kekuasaan sendiri yang kemudian bergelar Mangkunegoro dan istananya dikenal sebagai Puro Mangkunegaran. Perpecahan terjadi lagi tahun 1813, yaitu pada masa pemerintahan Inggris di Hindia Belanda, yang sempat berkuasa selama empat tahun. Seperti apa yang telah dilakukan Belanda, Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles memanfaatkan pertikaian politik lainnya, yang kali ini terjadi di Kraton Yogyakarta, dengan cara mendukung berdirinya kerajaan lain yang merdeka di dalam kerajaan Yogyakarta. Pangeran Natakusuma, paman Hamengkubuwono III yang berkuasa, pada waktu itu dinyatakan sebagai kepala pemerintahan baru, yang berpusat di istana yang dibangun pada tahun 1813, yang letaknya hanya beberapa kilometer dari Kraton Yogyakarta. Pangeran Natakusuma memakai gelar Paku Alam I dan kratonnya dinamakan Puro Pakualaman. Kraton Kasunanan Surakarta..., riwayatmu kini Perpecahan itu membuat kraton tidak lagi memiliki kekuasaan secara geopolitik. Puncaknya adalah sejak kalahnya perlawanan Diponegoro dalam Perang Jawa tahun 1830, seabad setelah perjanjian Gianti. Praktis, Belanda memangkas habis kekuasaan kraton sehingga yang tersisa hanya simbol belaka. Namun, menurut Prapto, "Dalam kondisi demikian, budaya dan seni Jawa justru berkembang pesat di lingkungan tembok kraton. Hal ini dikarenakan para bangsawan hidup berkecukupan dan memiliki banyak waktu luang. Akan halnya rakyat kebanyakan pada masa itu lebih berpikir untuk bertahan hidup di bawah penjajahan Kompeni Belanda," paparnya. Masing-masing kraton mengembangkan tradisinya sendiri-sendiri, masing-masing memiliki kekhasan yang berbeda. Belakangan, kraton Yogya menjadi lebih populer di kalangan para turis dibanding kraton Kasunanan Surakarta. Menurut Prapto, hal ini karena kultur yang berkembang di Yogya lebih dinamis dan terbuka pada perubahan. Berbeda halnya dengan Kraton Kasunanan Surakarta yang lebih ketat memegang tradisi kuno sehingga terkesan eksklusif. Tradisi yang merupakan warisan kraton Surakarta sejak berabad-abad lalu antara lain upacara Grebeg, perayaan sekaten, perayaan satu suro, dan upacara adang tahun dal (upacara menanak nasi keluarga kraton) masih berlangsung hingga sekarang. Yang paling ramai dari semua upacara yang ada yakni jumenengan, ritual ulang tahun penobatan Ingkang Sinuhun atau raja. Waktu terus bergulir bak roda pedati, zaman telah berubah, namun tradisi itu tetap langgeng, sebagai pertanda masih kokohnya peradaban kraton kasunanan Surakarta. Akankah para penerus kraton mampu terus melestarikan tradisi itu? Mungkin waktu yang akan menjawabnya.
10:06 PM
Wednesday, March 24, 2004
Politik Kantor, Dihindari atau Diikuti?
Bagi sebagian orang, politik kantor masih dianggap hal yang negatif. Padahal sebenarnya di setiap kantor pasti ada politik. Tinggal dua pilihannya, ikut bermain atau bakal dipermainkan.
Anda baru saja mendengar seorang pegawai yang kurang kompeten di kantor Anda diangkat menjadi manajer baru. Sedangkan Anda yang jauh lebih senior dan merasa lebih berprestasi, tak juga ‘dilirik’ atasan. Jangankan untuk naik jabatan, kenaikan gaji pun tak kunjung terlaksana. Padahal Anda sudah bekerja keras dan menunjukkan performa kerja yang maksimal. Ini akibat politik kantor ?
Politik kantor di mana-mana Istilah 'politik kantor' mungkin sudah tak asing lagi bagi anda yang berkecimpung di belantara dunia kerja. Akan tetapi, mengenai arti sebenarnya masih banyak yang salah paham. Politik kantor sering dikonotasikan sesuatu yang negatif. Berpolitik artinya bermain kotor. Pandangan semacam ini muncul karena selama ini kegiatan politik biasanya lekat dengan usaha-usaha memperoleh kekuasaan dalam negara, yang oleh sebagian orang terlihat kotor. Oleh sebab itu, politik kantor sering dipahami sebagai usaha menghalalkan segala cara untuk meraih tujuan, dalam hal ini posisi yang empuk di kantor. Umpamanya, seorang teman kerja Anda dipuji atasan karena mengemukakan ide cemerlang yang membuat perusahaan untung besar. Persoalannya yang membuat Anda dongkol adalah bahwa ide itu sebenarnya buah pikiran Anda yang kemarin malam Anda diskusikan dengan si teman kerja tadi. Anda belum sempat melontarkannya pada atasan, eh, malah teman Anda menyampaikannya lebih dulu dan mengklaim bahwa itu idenya. Tak sedikitpun menyebut nama Anda. Oops, kalau sudah begini kesal bukan ? Pada situasi ini Anda akan menuding teman Anda berpolitik. Anggapan itu memang benar, tapi jika politik kantor masih dipahami sebatas hal-hal negatif saja, maka hal tersebut kurang tepat. Politik kantor adalah hal yang pasti terjadi di setiap tempat kerja. Hanya saja situasinya berbeda-beda sesuai dengan kultur kantor masing-masing. Adapun istilah politik sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia artinya cara bertindak dalam menghadapi masalah. Mengacu pada definisi tersebut, berarti setiap orang sebenarnya berpolitik ketika ia mengambil tindakan dalam menghadapi berbagai situasi. Pun jika ia memilih tidak melakukan apa-apa, itu juga politik. Jadi, politik kantor adalah cara bertindak dengan menggunakan interaksi dan kekuasaan dalam lingkungan kerja guna mencapai tujuan.
Ibarat pertandingan olah raga Dalam pekerjaan apapun, setiap orang memiliki tujuan. Diantaranya seperti menginginkan kenaikan gaji atau posisi yang lebih baik. Tak hanya stagnan, posisi yang sama terus sepanjang waktu. Untuk itu masing-masing orang memiliki strategi yang berbeda-beda. Dunia kerja adalah dunia yang penuh kompetisi. Betapapun menyenangkannya kantor dan teman-teman kerja Anda, tapi hakikatnya tetap kompetisi. Jabatan seperti layaknya piramida, makin ke atas makin sedikit orang yang diperlukan. Jadi, hanya mereka yang menunjukkan performa kerja yang bagus, bisa mendapat promosi lebih baik. Lagipula dengan adanya kompetisi pegawai justru lebih termotivasi, dan adrenalin lebih terpacu untuk menunjukkan hasil kerja yang maksimal. Iklim kompetisi inilah yang memicu munculnya politik kantor. Politik kantor ibaratnya pertandingan olahraga. Ada para pemain dan ada aturan main tak tertulis yang harus dipatuhi. Perbedaannya, dalam olah raga ada lawan sejati, sedangkan dalam politik kantor tak kentara siapa lawan dan kawannya. Selain itu hal yang penting dalam politik kantor bukan soal menang-kalah, tapi soal bagaimana Anda memainkannya. Boleh saja Anda mengatakan sebisa mungkin ingin meghindari politik kantor. Cukup dengan fokus pada pekerjaan dan tidak perlu membuat 'gelombang'. Tapi sebenarnya dengan sikap yang demikian, Anda tidak akan memberi kesan pada atasan. Ingat, dalam kompetisi yang ketat penting sekali untuk tampil beda dengan cara menunjukkan nilai lebih. Salah satu contoh, menunjukkan prestasi dan keberhasilan Anda pada atasan. It's your contribution. Memang seharusnya begitu, kan ? Agar jerih payah Anda tak dianggap angin lalu. Sebaiknya lakukanlah dengan cara yang wajar, sehingga Anda tidak dianggap cari muka. Sadar atau tidak, usaha untuk mendapat perhatian dari atasan bisa disebut politik kantor. Nah Lho ! Jadi sebenarnya Anda sudah ikut bermain politik. Ketimbang masih bersikeras untuk steril dari politik, lebih baik terjun langsung menjadi pemain. Tak perlu malu untuk mengakuinya. Toh, semua orang juga berpolitik. Carol A. Turkington dalam bukunya 'Reflections for Working Women' mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk sukses dalam karier adalah memahami politik kantor, tahu arahnya dan ikut memainkannya. Jadi semua memang harus ikut bemain, tak terkecuali.
Pahami skenario politik kantor Hal pertama yang perlu disiapkan untuk terjun ke arena politik kantor adalah memahami skenario. Tanpa itu, langkah Anda akan membabi buta. Skenario itu antara lain, pertama, kenali siapa yang sebenarnya memegang kekuasaan. Jelas, ia adalah orang yang paling berpengaruh dalam tiap pengambilan keputusan. Kedua, pelajari kultur yang ada di perusahaan Anda, apakah demokratis atau birokratis. Kultur yang demokratis lebih bisa menciptakan politik kantor yang positif. Kompetisi kerja bisa berlangsung sportif, sebab perusahaan memberi penghargaan berdasarkan performa kerja karyawan. Yang bermain buruk bisa terpuruk karena tidak akan disukai oleh rekan kerja yang lain, termasuk atasan. Sedangkan pada kultur yang birokratis bisa membuka celah politik kantor menjadi hal negatif. Misalnya, orang yang dekat dengan atasan biasanya akan lebih cerah kariernya. Akhirnya persaingan bukan pada performa kerja, melainkan siapa yang paling bisa mendekati dan menyenangkan atasan. Ketiga, kenali kelompok-kelompok yang dominan. Kelihatannya sepele, tiap orang pasti punya kelompok teman akrab. Baik itu karena persamaan hobi, almamater, atau daerah asal. Tapi ada lho, kelompok kepentingan yang membawa pengaruh kuat di kantor. Tidak jarang, sebuah keputusan diambil atas 'bisikan' mereka. Jadi, mengenali kelompok itu penting untuk bisa memetakan kepentingan-kepentingan mereka. Ketiga hal ini amat penting diketahui agar Anda bisa menyiapkan strategi dan tidak salah langkah dalam mengambil tindakan yang berkenaan dengan pekerjaan Anda. Strategi yang bisa Anda lakukan itu misalnya kemampuan berdiplomasi, bagaimana harus berbicara untuk bisa meyakinkan dan mempengaruhi orang lain. Dan, yang lebih penting lagi adalah kemampuan memecahkan masalah. Baik itu masalah pekerjaan Anda sendiri ataupun masalah yang sedang dihadapi perusahaan.
Jangan mau jadi boneka Sekali lagi, sikap menghindari politik kantor hanya akan membuat Anda dipandang sebagai pihak yang mudah dimainkan, seperti halnya boneka. Salah-salah Anda justru akan jadi korban politik kantor. Lantas, jika Anda memutuskan untuk mengikuti politik, jadilah pemain yang pintar, bukan sok pintar. Misalnya saja, suatu hari teman Anda dimarahi oleh atasan, lalu Anda ikut bicara untuk membela teman Anda. Maksud hati melindungi dan menolong teman agar ia tidak dimarahi bos, eh, apa daya malah dijadikan kambing hitam atas kesalahan yang dia lakukan. Menjalin hubungan personal dengan teman kantor itu penting. Tapi, dalam hal mendiskusikan persoalan pribadi, sebaiknya berhati-hati. Tak semua teman bisa diandalkan. Siapa tahu orang yang diajak bicara sebagai teman malah menggunakan rahasia pribadi sebagai 'amunisi' untuk menyerang Anda. Dan, jangan pernah menjelekkan perusahaan atau atasan. Anggaplah orang yang Anda jelekkan sedang berada di dalam ruangan mendengarkan Anda. Jangan beranggapan bahwa segala rahasia akan rapi tersimpan. Jika terjadi konflik antara pegawai, ataupun antara kelompok-kelompok yang dominan, Anda harus pintar menempatkan diri. Apakah Anda memilih menjadi seorang loyalis -membela satu kelompok tertentu, ataukah pihak yang netral -tidak membela keduanya. Tentunya dengan berbekal ketiga butir skenario diatas, Anda sudah tahu bagaimana harus bersikap, agar tidak ditarik-tarik oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Anda harus memiliki penilaian sendiri dalam menghadapi situasi semacam ini. Jadilah pemimpin bagi diri sendiri. Bersikap netral, lebih banyak keuntungannya bagi Anda. Hal ini memudahkan Anda berkomunikasi dengan banyak pihak, sebab Anda tak akan bermusuhan dengan siapapun. Dengan memiliki banyak teman, akan ada lebih banyak pihak yang bisa membantu Anda. Anda bisa kok, tetap menjadi pemain aktif tanpa harus terlibat pada konflik antar kelompok. Carilah selalu penyelesaian yang win-win solution, sama-sama menguntungkan semua pihak. Jika Anda terjebak pada situasi yang sulit, yang membuat Anda tak bisa bertahan lagi, pikirkan dulu solusi lainnya. Jangan langsung mengambil keputusan untuk pindah kerja. Sebab, di tempat lain toh, nantinya Anda akan menghadapi hal serupa lagi.
-------------------------
Aturan Main Politik Kantor Agar politik kantor tidak menjadi hal negatif, berikut ini aturan main yang harus dipegang : 1. Selalu bersikap profesional. 2. Jangan membuat rekan kerja terlihat buruk. Hal ini bisa berakibat, ia memusuhi Anda. Dalam dunia kerja jangan sekali-kali membuat musuh. Itu artinya membakar jembatan anda menuju sukses. 3. Jangan banyak mengeluh. Setiap pekerjaan memang ada tingkat kesulitan dan konsekuensinya masing-masing. Lebih baik hadapi dan selesaikan. Semakin Anda bisa mengatasi beban kesulitan, Anda akan makin dipercaya untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih banyak dan itu artinya Anda akan lebih cepat mendapat promosi. 4. Jangan pernah mengintimidasi atasan anda. Hindari sebisa mungkin bertentangan dengan atasan, kecuali Anda memiliki argumentasi yang cukup kuat berkaitan dengan rencana pekerjaan. 5. Bangun jejaring dengan orang-orang penting. Bekerja sendiri dan tak menjalin jejaring yang luas, hanya akan membuat Anda menjadi katak dalam tempurung. 6. Bersikap wajar. Jadilah diri sendiri dan selalu memiliki penilaian sendiri
8:45 PM
Wednesday, February 18, 2004
Belajar dari Kisah Cinta Legendaris
Konon Hubungan cinta yang langgeng sulit didapat, tapi hal itu bukan muyskil untuk diwujudkan. Mungkin Anda bisa mencobanya dengan belajar dari kisah cinta yang menggetarkan Anda mungkin pernah tergetar mendengar kisah Rama dan Sinta, atau Romeo dan Juliette. Kedua dongeng klasik yang mengisahkan tentang percintaan yang mengharu-biru itu menjadi inspirasi bagi banyak generasi. Cinta sejati hanya dongeng belaka? Ah tidak juga. Syahdan, di abad ke 15 di kota Agra, hidup seorang Maharaja bernama Shah Jehan bersama istrinya, Mumtaz Mahal. Cintanya pada sangi istri teramat dalam. Namum suatu hari saat melahirkan putranya, Mumtaz Mahal meninggal duni., Untuk mengabadikan cintanya pada istri ia membangun mausoleum yang amat megah. Sampai hari ini mausoleum yang dikenal dengan nama Tajmahal itu dikagumi banyak orang dan dikenal sebagai monumen cinta. Selain mereka, ada pula pasangan-pasangan public figure yang memiliki kisah cinta yang mengesankan. Berikut ini adalah kisah Ronald-Nancy John Lennon- yoko Ono, King Edward-Wallis Simpson, dan .Barangkali Anda bisa mengambil pelajaran dari kisah mereka untuk kemudian menggoreskan kisah cinta Anda sehebat cinta mereka.
Ronald Reagan dan Nancy Davis Bertahan menghadapi berbagai tantangan “I more than love you, I’m not whole without you. When you aren’t there, I’m no place, just lost in time and space.” Ungkapan ini bukan datang dari Shakespeare, pujangga yang menulis kisah Romeo dan Juliette, melainkan surat yang ditulis oleh Ronald Reagan yang ditujukan pada istrinya Nancy. Surat-surat cinta Ronnie-panggilan akrab Ronald, sejak tahun 1950 hingga tahun 1994 dibukukan oleh sang istri dengan judul “I love you Ronnie : The letters from Ronald Reagan to Nancy Reagan”, buku ini mengungkap sisi kehidupan pribadi Ronnie yang romantis dan cintanya yang besar pada Nancy. Nancy Davis, wanita yang memikat sang mantan Presiden Amerika Serikat itu dulunya adalah aktris dan pernah membintangi belasan film di sepanjang tahun 1945-1956. Saat awal pertemuan dengan Ronnie, ia tak pernah membayangkan kelak akan menjadi first lady, sebab Ronnie semula adalah juga bintang film seperti dirinya. Mereka menikah tahun 1952. Setelah itu, mereka sempat tampil berpasangan dalam film berjudul ‘Hellcats of the Navy’. Belakangan, karier Ronnie berbelok haluan ke jalur politik saat ia terpilih menjadi gubernur California tahun 1967. Nancy pun memutuskan untuk berhenti dari dunia layar lebar untuk total mendampingi suami dan mengasuh kedua anaknya, Patricia Ann dan Ronald Prescott. Di tahun 1994, Ronnie divonis terkena penyakit Alzheimer, semacam penyakit saraf yang mengakibatkan berkurangnya ingatan. Meski begitu, Nancy tetap setia mendampingi Ronnie. Bahkan ia terlibat aktif membantu jutaan penderita Alzheimer suami. “Penyakit Alzheimer membuat Ronni, panggilan akrab Ronald, berada ditempat yang berjarak karena penyakit ini merampa daya memori Ronnie sehingga saya pun tak bisa mencapainya,” ujar Nancy. “Untuk itu saya pun tidak ingin penderitaan ini dialami oleh jutaan orang lainnya. Meski begitu Nancy tetap teguh mendampingi Ronnie dan Sejak itu ia aktif memperjuangkan penyandang dana bagi ppenyembuhan jutaan penderita Alzheimer di Amerika Serikat melalui Alzheimer association Ronald and Nancy Institute. Kebnersamaan itulah yang membuat Ronald bisa bertahan, sampai dengan Ronald meninggal tanggal 5 Juni lalu.
John Lennon dan Yoko Ono Percaya adanya soulmate Anggota grup band tenar The Beatles, John Lennon mengaku tak pernah menyangka bahwa pertemuannya dengan seniman avant garde kelahiran Jepang Yoko Ono merubah hidupnya. Mereka bertemu di pameran karya seni Yoko di London tahun 1966. John tak hanya mengagumi karya-karya Yoko tappi juga terjerat cinta pada sang seniman. Begitu cintanya John pada Yoko hingga ia amat yakin bahwa ia telah bertemu dengan soulmate-nya. Demi hidup bersama Yoko, John pun meninggalkan istrinya, Cynthia dan seorang anaknya, Julian. Tahun 1968 John tinggal bersama Yoko di Inggris, barulah setahun kemudian mereka menikah di Gibraltar. Mereka menemukan kecocokan satu sama lain, mungkin karena keduanya sama-sama nyentrik dan sama-sama berjiwa seniman. Berdua, John dan Yoko, kerap melakukan kolaborasi karya. Karya pertama adalah album lagu berjudul ‘two virgins’. Album ini menjadi kontroversi karena pada sampul albumnya bergambar foto John dan Yoko terbaring telanjang. Belum habis media memberitakan kegilaan album two virgin, pasangan ini kembali berulah. Kali ini mereka mengundang pers ke kamar tempat mereka berbulan madu di Amsterdam Hilton hotel di Kanada. Dengan hanya mengenakan piyama tidur, mereka menyampaikan pesan perdamaian, aksi ini mereka dikenal dengan nama ‘bed-in for peace’, ungkapan sikap mereka menentang perang Vietnam. Ribuan foto dan kamera wartawan dari seluruh dunia tak melewatkan momen ini untuk bahan berita dan diabadikan. Sejak itu mereka makin gencar menjadi sorotan media dan mendapat pujian dari banyak orang. Saat anaknya Sean Lennon lahir di tahun 1975, Lennon terlihat mapan dengan perannya sebagai ayah. Mereka hidup bahagia di New York hingga terjadinya tragedi penembakan yang menewaskan John tanggal 8 Desember 1980. Diduga penembaknya adalah fans John yang sakit jiwa. Adapun Yoko masih hidup hingga sekarang dan tetap tinggal di apartemen Dakota, tak jauh dari monumen yan gdibangun untuk mengenang John yang diberi nama Strawberry Field di Central Park New york.
King Edward VIII dan Wallis Simpson Rela melepas mahkota raja demi cinta Di tahun 1938, ada satu cerita yang menjadi bahan pembicaraan di kalangan rakyat Inggris, yakni skandal hubungan Raja Edward VIII atau yang dikenal dengan Edward dan wanita Amerka bernama Wallis Simpson. Hubungan ini tidak direstui oleh kalangan istana Windsor karena Wallis adalah wanita asal Amerika yang berstatus janda dan ia juga masih resmi istri orang. Selain itu ia juga bukan wanita berwajah cantik, sama sekali bukan tipe calon anggota kerajaaan yang diharapkan, apalagi Edward adalah putra mahkota yang tidak lama lagi akan segera diangkat menjadi raja. Pihak kerajaan pun mengeluarkan ultimatum jika Edward nekat ingin menikahi Wallis berarti ia harus merelakan mahkotanya. Di hadapan publik, Edward tidak pernah menganggap bahwa Wallis hanyalah sebagai wanita simpanan. Wallis sebenarnya adalah wanita yang perasa, bijak, dan penuh pesona, itulah kenapa Edward amat tergila-gila padanya. Edward diangkat menjadi raja di tahun 1936, namanya berganti menjadi Edward VIII. Meski begitu hubungannya dengan Wallis tetap berlanjut. Setelah Wallis resmi bercerai dari suami keduanya, Ernest Simpson, Wallis dan Edward VII menikah. Wallis pun berganti nama menjadi Wallis Warfield. “Karena ia tak inin melepaskan saya, saya pun tak akan melepaskannya. Pada akhirnya cintalah yang menang,” ujar Wallis. Pada 11 desember 1936 setelah 326 hari masa pengangkatan Raja Edward VIII menukar segala kemewahan sebagai raja untuk hidup bersama dengan wanita yang dicintainya. “Pengorbanan itu menunjukkan betapa dalam cintanya pada Wallis,” kata Winston Churchill yang pernah mengunjungi pasangan itu beberapa tahun setelah penurunan tahta. Pasangan itu menghabiskan sisa hidup mereka di sebuah villa di Perancis dan di Kepulauan Bahama. Edward VIII meninggal di tahun 1972 dan dimakamkan di makam keluarga kerajaan Inggris, begitupun Wallis yang meninggal 14 tahun setelahnya, dimakamkan berdampingan dengan Edward VIII. Bob hope dan Dolores Reade Pasangan artis yang tak kena badai Jika ingin menemukan artis Hollywood yang pernikahannya langgeng dan tak ada ribut-ribut skandal, maka pasangan Bob Hope dan Dolores adalah contoh yang paling pas. Bob dikenal sebagai aktor komedian papan atas sejak tahun 1940-an. Ia telah membintangi lebih dari 75 film, 475 acara televisi dan seribuan program radio. Tak heran, di kalangan entertainer ia pun dijuluki “Mr. Entertainment” dan “The king of Comedy” dan menjadi komedian legendary di abad 20. Sementara Dolores Reade adalah seorang penyanyi tenar yang telah menelurkan puluhan album. Bob pertama kali bersua dengan dengan Dolores, saat Dolores manggung di Vogue Club New York, Bob mengatakan pertemuannya itu adalah love at the first song, ia terpikat pada merdunya suara Dolores. Dolores pun merasakan hal yang sama, kepada ibunya sepulang dari pentas, ia mengatakan telah bertemu dengan orang yang paling tepat untuk menjadi suami. Di mata Dolores, Bob tidak hanya tampan, tetapi juga hangat dan menyenangkan. Hanya dalam waktu tiga bulan setelah pertemuan itu mereka langsung menikah. Bob kerap tampil menghibur para tentara yang tengah berperan di beberapa negara di Timur tengah, Arab, Jerman, Korea, Vietnam dan sebagainya. Dalam setiap tur itu Dolores tak pernah absen menemani Bob. Tak jarang ia Dolores tampil menyanyi dalam pertunjukan Bob. Pasangan ini seperti tim yang sangat kompak. Selama pernikahannya, mereka mengadopsi empat orang anak. Seperti laiknya pasangan selebriti, sebenarnya kehidupan pernikahan mereka bukannya tanpa tantangan, tapi mereka punya resep ampuh menghadapi tantangan itu. Bagi Bob dan Dolores, bukan hanya cinta semata yang membuat pernikahan mereka bisa awet, tetapi juga keteguhan memegang erat janji yang dibuat saat mereka menikah. Itulah kenapa tak pernah sedikitpun ada skandal di keluarga mereka, hingga akhir hayat Bob tahun 2003 lalu. Kala itu usia pernikahan mereka mencapai 69 tahun, masa yang cukup lama untuk lukuran selebriti Hollywood.
4:14 AM
Bangkit Lagi Setelah Trauma
Mengalami peristiwa tragis, bukan berarti hidup telah hancur. Meski terluka dan trauma, masih ada enerji untuk bangkit dan mengembalikan semangat hidup seperti semula
Boston, musim gugur 1985, seorang wanita bernama Nancy Venable Raine bergegas hendak berangkat ke tempat kerjanya. Pagi itu, menjadi saat yang selalu diingatnya seumur hidup. Bencana datang dengan tiba-tiba, ia diperkosa oleh seorang pria asing yang mengikutinya dari belakang. Pemerkosaan itu menorehkan trauma pada diri Raine. Sembilan tahun kemudian, ia menuliskan kisahnya dalam sebuah buku, After Silence: Rape and My Journey Back yang diterbitkan oleh Random House. Menurut Raine, buku itu ia tulis sebagai bagian dari upayanya untuk bangkit dari trauma, yaitu keberanian mengungkap peristiwa buruk yang dialami. Bencana adalah peristiwa yang dapat terjadi pada siapapun tanpa diduga. Bencana seringkali menyisakan trauma yang tak berkesudahan. Dan orang –orang yang mampu bertahan serta bangkit dari trauma, mereka bukan lagi disebut korban, melainkan survivor. Seperti Raine yang berani mengungkap, tiga wanita ini menuturkan kisah tragis dan upayanya bangkit dari trauma pada femina. Wulandari, korban pemerkosaan, Theresia, korban kekerasan inses pada masa kanak-kanak, dan Windy, korban kekerasan dalam rumah tangga.
Wulandari, 33, Wiraswasta, lajang Berharap pemerkosa dihukum setimpal
Tak ada orang yang mengharapkan dirinya diperkosa. Bencana itu datang seperti badai, tak diduga datangnya. Januari 2001, seorang pria asing memerkosa saya sepulang saya dari kantor. Peristiwa itu menjadi titik balik hidup saya. Runtuhlah segala keriangan dan kegembiraan yang saya miliki, yang ada hanya sedih dan hancur. Nyaris pula terlintas untuk bunuh diri, jika tak ingat ibu yang memiliki penyakit jantung. Saya menutup rapat aib ini dari siapapun, pada teman-teman, bahkan pada ibu, saya tak sanggup menceritakannya. Belum habis penderitaan saya, si pelaku yang belakangan saya tahu namanya Ari Atmari, tak berhenti meneror. Ia selalu menelepon, mengawasi dan membuntuti saya kemanapun saya pergi. Sepulang kantor, pulang dari kuliah, ataupun sewaktu makan siang. Ia juga memeras saya dengan cara mengancam akan membongkar aib itu pada orang lain. Banyak sekali alasannya, ia minta saya mengisikan pulsa HP-nya, biaya operasi ibunya atau untuk membayar kontrakannya. Gila memang ! Dengan amat terpaksa saya selalu memberikan apa yang ia minta, dengan harapan ia segera pergi dari kehidupan saya. Bodohnya, saya sama sekali tak punya keberanian untuk meminta tolong pada siapapun, termasuk mengadukannya pada polisi. Itu karena saya tidak mengerti bagaimana caranya berurusan dengan hukum. Hingga suatu hari saya memperoleh informasi tentang LBH Apik dari majalah femina yang saya baca. Harapan pun muncul. Segera saja saya hubungi LBH Apik dan menceritakan persoalan yang saya hadapi. Itulah untuk pertama kalinya saya bercerita pada orang lain tentang apa yang menimpa saya. Syukurlah, LBH Apik mendukung secara total, mendampingi pengaduan ke polisi dan upaya pengobatan psikis melalui Yayasan Pulih. Peristiwa itu membuat saya teramat luka. Saya tak pernah bisa merasakan enaknya makanan, semua terasa hambar. Berkali-kali saya harus masuk rumah sakit, karena kondisi tubuh yang lemah, dan penyakit mag akut. Sejak saya mengikuti terapi, saya merasa tertolong. Saya pun kembali memiliki kekuatan untuk bangkit. Tapi satu hal yang ingin saya perjuangkan, menyeret si pelaku ke kursi pengadilan. Rasanya saya tidak terima jika pelaku masih berkeliaran bebas dan tertawa-tawa. Pada saat pengaduan ke polisi, ternyata tak semudah yang saya bayangkan. Polisi tak bisa menerima kasus yang identitas pelakunya tak jelas. Saya sungguh tak habis pikir, haruskah saya sendiri yang melacak identitas pelaku ? Siapa dia sebenarnya, alamat asalnya, dan tempat tinggalnya sekarang, saya tak tahu. Tapi saya tak menyerah begitu saja. Saya melacaknya dengan masuk ke dalam berbagai mailis di internet. Cara ini berhasil, akhirnya petunjuk tentang keberadaan pelaku pun berdatangan. Alamat asalnya bisa saya ketahui. Segera saja saya berangkat ke Malang, menuju alamat yang dimaksud. Hanya untuk membuktikan bahwa alamat itu benar-benar alamat si pelaku. Di sana, saya bertemu dengan pelaku dan ibunya. Saya datang ke sana dan mengaku sebagai temannya pelaku. Sebab, saya tak tahu harus mengatakan apa, saya hanya ingin membuktikan keberadaan si pelaku, itu saja. Meskipun dalam hati saya hanya ada perasaan muak dan kebencian tak terukur. Saya tak melakukan apa-apa, dan sama sekali tak membicarakan pada ibunya tentang kasus yang saya alami. Aneh, memang. Tapi saya bersabar, saya senang, akhirnya saya bisa menunjukkan pada polisi, saya bisa menemukan identitas pelaku ! Tapi kasus saya masih tak bergeming. Kedatangan berikutnya ke polisi, saya ditolak dengan alasan usia saya sudah 30 tahun, sudah terlalu dewasa dan tak bisa disebut perkosaan. Saya terkejut atas penolakan itu. Saya tak pernah tahu ada aturan hukum bahwa usia 30 tak bisa diperkosa. Bukankah korban tak mengenal batas usia ?Ternyata kerumitan berurusan dengan hukum, membuat saya putus asa. Saya masih terus mencoba untuk melapor ke polisi. Berkat bantuan dari LBH Apik, polisi akhirnya menerima kasus saya, tapi masalahnya sekarang si pelaku melarikan diri entah kemana dan tak kunjung mememenuhi panggilan polisi. Harapan saya menyeret pelaku ke pengadilan sepertinya kian redup, meski tidak padam sama sekali. Dalam keputus-asaan itu, saya menceritakan peristiwa yang saya alami beserta bukti-bukti yang pernah saya ajukan ke kepolisian pada berbagai media, seperti radio, tabloid, majalah, bahkan televisi. Rasanya saya lega dengan bercerita, saya ingin agar seluruh dunia tahu bahwa si pelaku adalah seorang penjahat. Saya juga menyertakan foto pelaku di majalah dan tabloid yang memuat kisah saya. Saya amat terharu, saya mendapat banyak respon. Semuanya bersimpati pada apa yang menimpa saya dan berjanji akan memberi tahu keberadaan si pelaku jika mereka melihatnya. Biarpun ia tidak bisa dijerat hukum, masyarakatlah yang akan menghukumnya secara sosial dan moral. Dan tentu saja Tuhan di akhirat nanti pasti akan mengadilinya. Saya sedikit terhibur. Saya masih terus mengikuti terapi konseling dari Yayasan Pulih, setidaknya saya merasa ada orang lain yang bisa memahami saya. Kini saya memiliki banyak sahabat baru dari LBH Apik yang sering mengadakan acara pertemuan untuk para mitranya, yaitu para wanita korban kekerasan, pelecehan seksual, maupun kekerasan suami. Saya merasa tidak sendirian menghadapinya. Sekarang saya hanya ingin memulai hidup baru. Hidup yang tenang. Mendapatkan karier yang saya impikan dan pasangan hidup yang mencintai saya dengan ketulusan. Saya menyadari, tak ada gunanya hanyut dalam kesedihan dan keputus-asaan, hanya akan membuat hidup saya hancur dua kali.
Theresia, 39, Psikolog Trauma diperkosa oleh Paman Kisahnya bermula ketika saya kuliah di New Jersey, Amerika Serikat. Saat itu saya sedang menjalani konseling dengan psikiater karena masalah cultural shock (ketidak-siapan secara psikologis menyikapi perbedaan budaya). Saya pernah terkejut setengah mati, setelah seorang teman wanita bule saya mencium saya di bibir. Ketika saya mempersoalkan hal itu, psikiater mulai menggali pandangan saya tentang seksualitas. Menurut psikiater, ia hanya menebak, barangkali saya pernah mengalami pelecehan seksual. Praduga itu membuat saya mulai terus bertanya-tanya pada diri sendiri, dan mengingat-ingat segala kejadian yang pernah saya alami. Dan benar, ingatan itu mulai muncul perlahan-lahan. Jauh di masa kecil, saya pernah diperkosa oleh paman saya sendiri. Padahal waktu itu usia saya masih 3 tahun. Pada awalnya saya tak bisa menerima kenyataan, kekerasan terjadi di dalam keluarga saya yang sangat taat agama dan terhormat serta berpendidikan.Ingatan itu membuat saya trauma dan berpengaruh buruk pada fisik dan psikis saya. Secara fisik, saya sering sakit kepala dan sesak napas. Psikis, saya merasa tak berharga, kepercayaan diri saya hilang, sebab pernah dinodai. Trauma juga muncul lewat mimpi buruk yang berkepanjangan dan menakutkan, ketakutan yang implusif dan obsesif. Hubungan cinta yang saya jalin dengan seorang pria pun ikut terpengaruh. Ia seringkali menjadi pelampiasan kemarahan saya yang terkadang tanpa sebab. Sejak itu saya memutuskan untuk mengikuti program survivors for sexual abuse di Amerika Serikat. Program terapi berupa konseling pribadi dan grup. Dalam terapi grup, saya diajak berbincang-bincang dengan korban kekerasan seksual dari berbagai negara, Kanada, Australia, Inggris, dan lain-lain. Dalam lingkaran kulit putih itu, saya satu-satunya yang dari Indonesia. Kami berbagi kisah sedih, dan berbagi simpati. Menurut psikiater, proses pemulihan biasanya hanya terjadi setelah korban mencapai usia tertentu (seringkali di atas 30-an tahun), kematian pelaku kekerasan, korban tinggal berjauhan secara geografis dari pelaku dan tempat kekerasan. Jadi, secara psikis, saya merasa sudah siap. Melalui terapi itulah, saya menyadari bahwa penyangkalan pada peristiwa buruk di masa lalu dengan cara mengubur dan melupakan adalah cara yang tidak tepat. Luka tetaplah luka, meskipun ditutup rapat, sewaktu-waktu borok itu akan terbuka lagi. Salah satu cara menekan luka batin adalah dengan membicarakannya, dan membandingkan dengan luka dari korban lain. Selama tiga tahun saya melakukan terapi, saya sering melewati masa-masa sulit. Mimpi-mimpi buruk kembali hadir. Ketakutan melihat keburukan keluarga sendiri. Sampai akhirnya saya merasa siap keluar dari lubang trauma, memaafkan, baik pelaku maupun keluarga yang gagal melindungi saya. Untung ada kelompok survivor, terapis, dan konselor yang selalu ada setiap waktu. Tanpa mereka saya akan mengalami kesulitan untuk percaya ada kebaikan dan keadilan di dunia ini. Jika pada saat bersamaan saya juga harus berhubungan dengan aparat hukum yang tidak kooperatif dalam sistem patriakal yang kejam, hanya akan membawa keputus asaan yang lebih parah. Inses yang saya alami sudah berlalu lebih dari 36 tahun lalu. Proses pemulihan telah saya jalani lebih dari 12 tahun dan akan terus berlangsung. Meski satu hal yang tidak saya lakukan, menceritakan peristiwa ini pada orang tua saya. Ini adalah rahasia yang akan selalu saya simpan. Cukup saya dan suami saya yang mengetahuinya. Saya takut, mengungkit kembali peristiwa ini hanya akan membuat luka baru. Orang tua saya sudah terlalu tua, tak perlu lagi menambah derita. Kemudian tahun 1996, saat kembali ke tanah air, saya merasa sudah pulih. Tak ada lagi yang bisa saya lakukan selain memaafkan, sebab paman saya juga sudah meninggal. Rasanya tak ada gunanya menyimpan kebencian dan dendam pada orang yang sudah meninggal. Saya bersyukur, untunglah saya sempat pergi ke luar negeri, jauh dari paman, sehingga saya bisa banyak belajar tentang hak atas tubuh saya. Kini, trauma saya sudah berlalu. Tak ada lagi mimpi buruk. Keinginan saya hanyalah menekuni pekerjaan saya saat ini dengan maksimal dan mencurahkan cinta sepenuhnya untuk keluarga saya. Itu sudah cukup.
Windy, 33, karyawati swasta Suami seorang psycho
Siapa sih, yang tidak bahagia, menikah dengan pria yang dicintai ? Saya merasa menjadi wanita yang memiliki segalanya setelah menikah; karier, materi, dan pasangan jiwa. Tapi bahtera rumah tangga saya yang bahagia itu mulai goyah, ketika suatu hari suami mulai menggunakan kekerasan fisik. Tepatnya setelah pernikahan kami menginjak tahun kelima. Waktu itu saya sedang mengandung anak saya yang pertama. Suami mulai berani mengatur apa-apa yang boleh dan tidak boleh saya lakukan. Jika saya tak melakukan seperti apa yang dikatakannya, ia tak segan-segan untuk memukul saya. Umpamanya saja, ia tak suka saya mengenakan baju tertentu yang menurutnya seksi. Sekali saya membantah, ia akan melampiaskan kemarahan dengan menyiksa saya. Mulai dari menjambak rambut, membenturkannya ke lantai, menyundut kulit saya dengan rokok dan sebagainya. Sakit ? Tentu saja. Penyiksaannya itu amat memancing kemarahan saya. Saya juga tak diam dan menerima begitu saja, melainkan berusaha melawan semampu saya. Membalasnya memukul dan meninju, meski tak bisa sekuat dia. Perkelahian itu tak hanya sekali-dua kali terjadi melainkan hampir setiap hari. Pernah kami bertarung sampai empat jam, dari pukul 8 hingga pukul 12 malam. Saling memukul, menendang, menjambak dan sebagainya. Hingga kami sama-sama kelelahan dan kesakitan. Sebenarnya tak hanya penyiksaan fisiknya saja yang membuat saya terluka. Ia juga amat mengekang kebebasan saya. Bayangkan, banyak sekali larangan yang ia berikan pada saya. Tak boleh bekerja di tempat yang ada prianya, tak boleh pulang kantor terlambat, tak boleh memakai baju sexy. Yang lebih aneh lagi adalah, saya tak boleh maju dalam karier. Jika saya mendapat prestasi bagus, itu artinya akan ada banyak orang yang simpati pada saya, dan itu membuatnya terancam. Sungguh, tak masuk akal. Jalan pikirannya sudah gila. Pengekangannya itu membuat batin saya tertekan. Menurut saya, suami saya tak hanya pria yang chauvinis (pria diatas segala wanita), tapi juga psycho (jenis kelainan kejiwaan karena suka menyiksa orang lain). Tapi, demi Tuhan, saya amat mencintainya. Apapun yang telah ia lakukan pada saya meski amat menyakitkan, saya selalu bersabar menerimanya. Kekerasan yang ia perbuat pada saya, memang telah membuat seluruh tubuh saya babak belur penuh memar. Selain itu, masih pula tersisa luka bekas sundutan rokok di pergelangan tangan. Pada bagian kepala, saya mendapat gegar otak, berkurangnya daya ingat dan kaburnya pendengaran sebelah kiri. Masih ditambah lagi, paru-paru saya menjadi abnormal, karena seringnya mengalami penyumbatan. Setiap kali saya menahan kemarahan dan kebencian pada suami saya, tendon paru-paru mengalami penyempitan. Berat badan saya pun turun hingga 7 kilogram. Ditambah lagi, derita batin, tekanan, tak bisa dilihat bekasnya, tapi nyata dan sulit diobati. Barulah, semenjak ayah saya meninggal, dan saat itu suami sedang tugas ke luar negeri, saya merasa cinta yang saya miliki hilang begitu saja. Waktu itu saya pun baru melahirkan anak saya yang ketiga. Momen kelahiran dan kematian yang amat berarti dalam hidup saya dan suami tak ada di sisi saya. Hilangnya cinta dan respek pada suami, menjadi sumber kekuatan untuk mengakhiri perkawinan. Saya bisa bersabar dan bertahan dalam keadaan sesulit apapun untuk mempertahankan perkawinan, tapi jika persoalannya cinta yang sudah tidak lagi ada, tak ada lagi yang perlu saya pertahankan. Mungkin ini campur tangan Tuhan untuk menolong saya. Sejak itu, saya kuatkan hati untuk mengurus perceraian kami. Syukurlah proses cerai bisa berjalan lancar, meskipun memakan waktu yang cukup lama. Suami saya boleh saja berkeras hati tak mau melepaskan saya, tapi bukti-bukti kekerasan fisik yang pernah saya ajukan ke polisi, tak bisa dibantah. Dan itu bisa menjadi alasan yang amat kuat untuk seorang istri mengajukan perceraian pada hakim pengadilan agama. Sampai saat ini pun proses perceraian belum selesai. Yang masih menjadi masalah hanyalah hak pengasuhan anak-anak saya. Suami saya tak mau memberikan si bungsu pada saya, hanya untuk menuruti egoismenya saja. Sebab saya tak bisa membayangkan suami saya bisa mengasuh si bungsu seperti yang saya lakukan. Saya hanya bisa berdoa agar hakim memberikan putusan yang terbaik untuk kami semua, demi masa depan anak-anak saya. Sejujurnya, hati saya sedih dan hancur, mengingat 13 tahun usia perkawinan dan 3 orang anak buah cinta kami, kini harus berakhir. Cinta sejati telah hilang, berganti menjadi kebencian. Setelah berpisah, barulah saya merasa amat bodoh mati-matian mencintai pria yang sakit jiwa, yang telah menyiksa saya habis-habisan. Saya bisa bangkit, sebab saya dibekali banyak cinta oleh orang tua saya. Saya merasa cinta menjadikan saya orang yang kuat dalam menghadapi kesulitan seberat apapun. Meski saya tak mengikuti terapi pada psikiater manapun, saya juga memiliki sahabat baik, yang bisa saya andalkan kapanpun saya butuhkan. Begitupun teman-teman di lingkungan kerja yang baik, yang bisa memahami saya. Saya merasa amat lega terbebas dari belenggu cinta yang absurd. Dunia ini makin indah dan saya menemukan kedamaian yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Keinginan saya saat ini hanyalah untuk membesarkan ketiga anak saya yang masih balita. Saya ingin memberikan segalanya pada mereka. Saya tak ingin menyesali apa yang telah menimpa saya. Saya meyakini Tuhan pastilah berlaku adil pada hamba-Nya. Saya justru merasa bersyukur, saya telah lulus ujian berat yang diberikan Tuhan. Karena dengan kepahitan itu, saya kini bisa merasakan ketenangan jiwa yang tiada tara. Saya masih cukup muda, dan tak ingin menutup diri, jika ada cinta lain yang datang pada saya. Hanya jika cinta itu tulus dan lembut, tak seperti cinta sebelumnya, yang posesif dan menyiksa.
Boks.1 Menangani Trauma
Untuk bisa memahami teman atau anggota keluarga Anda yang mengalami trauma, Anda perlu tahu terlebih dulu, apa sebenarnya trauma ? Menurut Livia Iskandar, psikolog sekaligus Koordinator Yayasan Pulih, “Secara sederhana, trauma bermakna luka atau kekagetan. Secara psikologis trauma mengacu pada pengalaman-pengalaman yang mengagetkan dan menyakitkan, yang melebihi situasi stress yang dialami manusia sehari-hari dalam kondisi wajar,” ujar Livia. Penyebab trauma adalah peristiwa yang sangat menekan, terjadi secara tiba-tiba dan diluar kontrol seseorang, bahkan seringkali membahayakan kehidupan atau mengancam jiwa. Kekerasan bisa menimbulkan trauma. Tak hanya fisik saja yang luka tapi juga psikis, rasa ketakutan dan terancam jiwanya, itu yang sulit disembuhkan. Begitu juga dengan pemerkosaan. Livia menambahkan, “Pemerkosaan bisa menyebabkan trauma yang dalam. Tak hanya fisik, harga diri dan kehormatan pun turut rusak akibat diperkosa. Pemerkosaan membangkitkan rasa muak pada diri sendiri, sehingga muncul perasaan bersalah yang berlebihan pada korban. Hal ini berpengaruh pada konsep diri korban. Ia menjadi tidak menghargai tubuhnya lagi, bahkan hidupnya. Ia merasa tak lagi memiliki harapan hidup. Tak sedikit korban pemerkosaan yang akhirnya memilih bunuh diri.” Trauma tak memandang usia. Anak kecil, remaja, maupun orang dewasa bisa mengalami trauma. Bedanya pada anak kecil, ia belum bisa memahami apa yang menimpa dirinya, dan trauma itu baru muncul setelah si anak dewasa. Trauma yang muncul setelah dewasa bisa mengakibatkan perubahan kepribadian, ia bisa menjadi orang yang pendendam dan kemungkinan menjadi pelaku kekerasan di kemudian hari. Menghadapi trauma dengan cara melupakan, bukan sebuah penyelesaian yang baik. “Pengaruhnya justru ke dalam diri korban, bisa mengakibatkan gangguan kejiwaan yang lain, seperti depresi, schizofrenia (kepribadian ganda), dan sebagainya,” ungkap Livia. Oleh karena itu, trauma penting sekali untuk segera ditangani. Jika Anda memiliki trauma, sebaiknya akui dan terima perasaan-perasaan yang sedang dialami. Mengeluarkan perasaan tersebut akan membuat Anda lebih baik. Misalnya dengan membicarakannya pada orang yang dipercaya, tentunya setelah Anda siap. Sebab, dukungan dari pihak orang terdekat, seperti sahabat atau orang tua akan sangat membantu pemulihan trauma. Yang perlu diingat, bahwa proses pemulihan diri setelah menghadapi situasi sulit seringkali membutuhkan waktu yang tidak singkat, dan proses yang tidak mudah. Karenanya Anda perlu bersabar terhadap diri sendiri dan tidak cepat merasa putus asa sebab usaha yang dilakukan tampaknya sia-sia. Jika Anda merasa kesulitan menghadapinya sendiri, Anda bisa mendatangi ahli ke klinik konseling, seperti Pusat Pemulihan Trauma Yayasan Pulih misalnya. Atau bisa juga ke praktek psikiater. Anda akan diberikan terapi konseling secara rutin dan pendampingan pada saat-saat yang Anda butuhkan. Tak perlu sungkan datang ke psikiater, luka batin ibaratnya demam, memerlukan penanganan dokter. Bedanya, demam bisa langsung sembuh dengan diberi obat tertentu, tetapi luka batin akibat trauma memerlukan proses yang lama untuk bisa pulih kembali. Bagi korban pemerkosaan, penanganan psikis perlu dilakukan sesegera mungkin. Sebab, korban juga perlu mengurus proses pengaduan ke polisi, agar pelaku mendapat ganjaran setimpal. Korban bisa meminta didampingi psikiater dalam proses pemeriksaan agar rumitnya proses pemeriksaan tak membuat korban makin tertekan. Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti LBH Apik, Mitra Perempuan, ataupun Kalyana Mitra menyediakan tenaga pendampingan untuk penanganan kasus pemerkosaan. Begitupun bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang mengakibatkan korban tertekan dan mengalami penyiksaan fisik, harus segera mendapat penanganan. Korban bisa meminta pertolongan pada LSM yang menangani masalah perlindungan wanita. Sebab biasanya korban segan untuk melapor sendiri ke polisi. Jadi jika Anda memiliki trauma, Anda tak perlu cemas berlebihan. Yakinlah, pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan dan daya tahan untuk menghadapi masa-masa sulit. Dan Anda tak sendirian. Banyak orang yang mengahadapi situasi yang lebih buruk, namun mampu bangkit menghadapinya. Jika orang lain bisa, kenapa Anda tidak ?
4:12 AM
Si Dia Pemburu Harta
Benarkah pria zaman sekarang banyak yang matre ? Kenali deh gejalanya, siapa tahu ia sedang mengincar Anda. Kalau Anda sampai terjerat, duh, repotnya! Dipertahankan, rasanya bikin dongkol. Diputusin, kok sayang…. Wanita mana yang tidak kebat kebit ketika bertemu dengan pria tampan dan simpatik, Ria (29) karyawan di sebuah biro travel swasta, dengan antusias menceritakan pengalamannya bertemu Anto, rekan sekerjanya, pria simpatik dan pintar merayu. Ria tak ragu sedikit pun ketika Anto mengajaknya makan malam di sebuah restoran. Hatinya berbunga-bunga. Tapi ia jadi bingung dengan sikap Anto, pasalnya, malam itu ia yang harus mengeluarkan uang dari dompetnya. Kejadian serupa tak hanya sekali saja terjadi, tapi berulang hingga tiga-empat kali. “Pusing, nih! Soalnya, selama ini kalau kami pergi kemana-mana, selalu saya yang bayarin! Inginnya bersenang-senang dengan pria yang saya sukai, kok, malah dompet yang jebol,” keluhnya sambil bersungut-sungut. “Gayanya, sih, mengajak saya malam mingguan ke kafe. Di sana makan, minum, dan segala macam, tapi pas giliran bayar, ada saja alasan Anto untuk menghindar. Yang pura-pura ke toiletlah, dompetnya ketinggalan, dan segala macam. Saya sampai hapal, deh,” ujarnya melanjutkan dengan ekspresi sedih saat curhat pada teman-temannya. “Memang sih, tak ada perjanjian tertulis mengenai siapa yang harus membayar biaya pengeluaran kencan, tapi biasanya siapa yang megajak, ia yang membayar ” ujar Ria.
Dikira anugerah, malah bencana Lain lagi cerita Erascel Sarsadiaz (24), pengajar. Ia pernah mendapat kiriman bunga, coklat, dan benda-benda lain hadiah dari seorang pria yang mengaku sangat mengaguminya. Nyaris, Ascel (demikian panggilannya) tergoda pada pria yang gayanya teramat romantis itu. Tapi, teman-temannya menasihati bahwa pria itu dikenal sebagai ‘gold digger’ alias si pemburu harta. “Pasalnya, teman saya pernah menjadi korban rayuannya, jadi saya tidak enak menyebutkan namanya” ujar Ascel. Pria jenis ini pintar melakukan berbagai cara untuk menaklukkan wanita incarannya. Awalnya Ascel tidak begitu percaya, tapi setelah dekat dengan si pria, ternyata ia suka menyinggung soal uang dan terlalu membangga-banggakan materi. “Mungkin pas awal-awalnya ia tidak pelit, buktinya ia sering membelikan kado benda-benda yang romantis, tapi sifat matre-nya baru akan kelihatan kalau kita sudah takluk padanya, saat itulah aksinya untuk morotin kita akan dimulai,” kata Ascel, tegas. Bagi banyak orang, cinta adalah anugerah terindah dalam hidup. Sehingga, tak heran bila cinta ditempatkan sebagai sesuatu yang sakral. Sayangnya, kesakralan cinta itu kerap diusik oleh persoalan materi, ya, termasuk masalah uang itu. Lantas, bagaimana menyikapi masalah tersebut agar tak menjadi duri dalam daging? “Waspada sejak dini !” kata psikolog Livia Iskandar. “Kita harus tahu dan mengenal baik pria seperti apa yang kita cintai itu. Pria matre itu bisa dilihat dari cara ia memilih teman dan pasangan. Jangan mudah tertarik pada penampilan saja. Sebab biasanya pria jenis matre, dari segi penampilan mereka justru sangat dandy. Cobalah kenali, jenis seperti apa teman-temannya, atau mantan-mantannya. Apakah selama ini ia hanya bergaul dengan kalangan ‘the haves’ saja atau tidak”. Pria matre tentunya akan berakibat bencana jika si pria ternyata penganut ‘azas memanfaatkan’, alias menggunakan ajang pacaran sebagai kesempatan untuk menguras dompet kekasihnya.
Waspadai, kekasih matre! Mungkin Anto dapat dikategorikan sebagai kekasih materialistis, atau dalam bahasa pergaulan biasa disebut matre. Jangan kaget, sosok jantan tapi ‘tukang minta-minta’ ini biasanya mengincar wanita-wanita mapan yang berpenghasilan bagus, atau dari keluarga berada. Tidak ada istilah cinta sejati bagi para pria seperti mereka. Awalnya mungkin tidak begitu kelihatan, mereka biasanya bersikap sangat simpatik dan pintar memikat hati wanita. Siapa yang bisa menyangka, dibalik pesonanya ternyata mengandung jeratan untuk menghisap kekayaan si wanita. Livia berpendapat, “Pria matre itu bisa jadi disebabkan karena kondisi yang pas-pasan, sehingga membuat mereka sulit mentraktir pacar sendiri. Dalam situasi ini, kemudian pria mencari wanita yang bisa memenuhi kebutuhannya”. Tapi benarkah seorang pria matre adalah seratus persen sosok ‘tanpa hati’ yang cuma melirik isi dompet wanita ?. Ada kemungkinan si pria matre cinta beneran dengan si wanita, tapi juga sekaligus mengambil keuntungan materi dari si wanita. “Wah, begitu lihat gejala pria seperti itu, lebih baik aku putusin saja, habis nyebelin !” ujar Ria sambil menggerutu mengenang pengalamannya dengan pria matre. Kalau telanjur sayang... “Ada baiknya mendeteksi sejak dini perilaku pasangan kita, apakah dia punya kecenderungan matre atau tidak. Cirinya sangat mudah dilihat, jika kita mau peka, yaitu mereka enggan mengeluarkan kocek sendiri untuk keperluan berdua dan kondisi semacam ini berlangsung secara terus menerus. Ciri lainnya yaitu mereka terlalu berhitung alias pelit, tapi bisa royal untuk kesenangannya sendiri. Mereka juga tidak punya rasa sungkan untuk meminta” kata Livia. “Jika terlanjur kesandung pada pria-pria yang berbakat matre, tidak ada jalan lain selain merevisi hubungan anda. Komunikasikan persoalan ini dengan baik pada pasangan, kalau perlu sekali-kali memberi pelajaran pada pasangan. Misalnya coba deh berlagak ketinggalan dompet, atau hanya mengeluarkan uang sesuai keperluan kita. Lakukan berulang kali agar ia menangkap isyarat pelan-pelan tapi menusuk” tegas Livia. “Tanamkan padanya bahwa hakikat sebuah hubungan adalah sharing, berbagi, dan idealnya ‘pembagian’ itu harus fair. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan, ada kalanya berkalkulasi dengan pasangan agar hubungan yang ‘sehat’ bisa tercapai. Penting bagi kita untuk tahu kadar cinta pasangan, bahwa dia bukan cinta karena uang kita, atau karena status kita. Percayalah, cinta sejati tak bisa dibeli dengan uang” ujar Livia melanjutkan. Kalau anda sudah mencoba mengungkapkan masalah keuangan ini pada pasangan tapi ia tetap tidak mau mengerti ? Jika komunikasi saja tidak cukup, maka tahapan selanjutnya yaitu melakukan negosiasi. Jangan takut dianggap terlalu berkalkulasi, menurut Cherie Carter-Scott dalam bukunya ‘If Love is a Game, These are the Rules’, negosiasi dengan pasangan itu sangat perlu untuk menjembatani perbedaan pandangan. Adapun negosiasi bisa dilakukan melaui tindakan. Misalnya, Anda yang biasanya murah hati, tiba-tiba harus menjadi lebih pelit. Yang biasanya ringan mentraktir, jadi mulai hitung-hitungan. Yang biasanya enteng memberi hadiah, di stop dulu deh, untuk sementara. Cara semacam itu bisa jitu untuk mengukur kesungguhan cinta pasangan Anda. Jika si dia masih belum tobat juga dari matre-nya ? “Apa boleh buat, Anda harus berani mengambil keputusan untuk hidup anda, sebelum terlanjur terlibat jauh, lebih baik segera tinggalkan saja! Banyak kasus konflik suami-istri karena masalah keuangan dan berakhir pada perceraian” kata Livia. Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kualitas cinta dan empati pada pasangan, terlepas dari hal-hal yang bersifat materi. Seperti kata Erich Fromm dalam bukunya The art of Loving, ‘Cinta hanya mungkin jika dua pribadi mampu berkomunikasi satu sama lain melalui pusat eksistensinya’. Optimis, deh, biarpun di zaman modern yang katanya serba materialistis ini, masih ada cinta sejati yang tak bisa dinilai harganya dengan lembaran-lembaran rupiah.
---ooOoo---
Boks Sinyal-sinyal yang perlu diwaspadai: -Penampilan rapi dan dandy, mudah merayu wanita. -Terlalu pelit dalam masalah pengeluaran. Mengajak kencan tapi kita yang bayar dan hal ini berlangsung terus-menerus. -Tidak jujur tentang kondisi keuangannya. -Beranggapan bahwa anda adalah orang yang sangat mudah mengeluarkan uang berapapun untuk kebutuhannya. -Mengukur pemberian anda dengan nilai nominal barang. -Membedakan perlakuan antara anda dengan teman-temannya, dan lebih bersikap jor-joran pada teman-temannya. -Tidak segan-segan untuk menuntut pemberian berupa benda-benda yang bernilai dengan dalih sebagai bukti bahwa anda mencintainya. -Selalu menuntut anda untuk menyediakan segala keperluannya. -Ingin tahu detail tentang jumlah kekayaan anda dan penghasilan yang anda miliki. -Mendapat pengaruh dari keluarganya yang menuntut untuk memiliki pasangan hidup yang kaya dan mapan.
4:10 AM
|
Name: Ficky Yusrini
Location: Jakarta
About me: sort of a dreamer
YM: ontario303
----------------
Life is not fair
Enaknya, Pesta Dimana?
Mereka yang Tak Dilirik Pria...
Chicklit, genre baru?
Busway, oh busway...
Jejak Masa Silam di Keraton Surakarta
Politik Kantor, Dihindari atau Diikuti?
Belajar dari Kisah Cinta Legendaris
Bangkit Lagi Setelah Trauma
Si Dia Pemburu Harta
-------------------

davinci dari lotengku

Beatrice Massin
------------------
September 2003
February 2004
March 2004
June 2004
October 2004
December 2004
January 2005
February 2005
|